KATA PENGANTAR
Dengan panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan berkenaan-Nya sehingga kami ada sebagaimana mestinya serta kami diberi kesempatan untuk dapat membuat buku Provil dari bakal calon Kandidat calon Bupati dan calon Wakil bupati Yahukimo periode 2015 – 2020. An. HAKIM BAHABOL, SH.
Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri jika kami dilayakan ambil bagian dalam rangka mewujudkan Yahulimo seperti di Sorga, sebab hal tersebut bukan saja merupakan kerinduaan umat manusia namun hal tersebut merupakan menjadi kerinduaan dari Tuhan agar manusia selayaknya hidup dalam berkat dan berkat yang berkelimpahan. Berkat yang dimaksud bukan saja soal materi ( kepuasan jasmania) saja namum berkat yang komplit yaitu mencakup kepuasan Jasmania, kepuasan rohania, dan kepuasan jiwa. Bukanka hal inilah yang menjadi dambaan setiap orang, bahkan segalah upayapun dilakukan demi merai impian tersebut walaupun pada akhirnya hasilnya Nihil.
Yang menjadi pertanyaan adalah salahkah jika manusia punya keinginan yang mulia tersebut, jika to.. akhirnya menjadi sia -sia..?
apakah keinginan Tuhan yang terdapat dalam sabda-Nya perlu di pertanyakan kebenarannya jika pada akhirnya hal tersebut menjadi hayalan yang tidak mungkin terwujud..?
Jika Tuhan bisa berkati tanah Eropa yang notabennya daerah gersan, bagaimana dengan negeri kita yang bukan subur saja namun terlebih dipenuhi dengan segalah sumberdaya alam.
Bukankah negeri kita adalah negeri yang kaya raya...? namun kenapa hari – hari ini masi kita melihat, mendengar bahkan mengalami ketelanjangan, kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, terisolir dan busung lapar hampir seantero negeri ini....?
Jika dahulu yang menjadi indikasi adalah karena semua pucuk pumpinan strategis tidak dipegang oleh orang pribumi namun kini bukankah hampir semua pucuk pimpinan strategis di daerah dipegang oleh orang – orang putra daerah. Yang tentunya punya potensi secara emosional untuk dengan sungguh – sungguh mengupayakan kemajuan daerahnya, masyarakatnya namun ironsnya fakta berbicara terbalik.
Apakah dana tidak mencukupi untuk mewujudkan kemajuan masyarakat dan daerahnya, namun bukankah dana yang kedaerah lebih 100 kali lipat dibanding sebelum era otsus..?
Untuk mengatasnamakan untuk kepentingan masyarakat beberapa pemimpin daerah telah melakukan tindakan melawan hukum diantaranya manipukasi jumlah penduduk dengan demikian banyak terjadi pemekaran, baik itu Kabupaten, Kecamatan maupun Kampung dengan motif agar dana yang masuk mengikuti jumlah penduduk dan jumlah pemekaran tersebut, sehingga memungkinkan masyarakat istilahnya mandi uang karena penduduk sedikit, uang banyak mengikuti data penduduk yang fiktif. namun ironisnya mengapa orang masih berada dibawah garis kemiskinan, ketelanjangan menjadi tontonan yang memalukan dimana-mana, hidup bergulat dengan penyakit, hidup terisolir, hidup dalam tempat tinggal yang kumu dan busung lapar yang tiada hentinya, hampir setiap hari terdengar isap tangis dimana-mana. Segala alasan yang logis sampai yang tidak logispun dibuat untuk menutupi aib mereka, dengan tanpa ragu pemimpin setempat berbulu domba padahal hatinya singa. Lihat saja pemimpin sering melemparkan tanggung jawab dengan berbagai alasan diantaranya sering menyalakan situasi, masyarakat, alam, dengan alasan berkedok PAD bahkan sering menyalakan Tuhan.
Kemanakah dana yang begitu banyak yang bisa kami dengar namun tidak bisa lihat apalagi dengan manfaatnya, lihat saja kalaupun ada kegiatan atau proyek biasanya asal ada dan asal jadi tanpa memperhatikan kwalitasnya.
Bukankah setiap warga negara punya hak yang dilindungi undang – undang. Apa mau dikata kok masyarakat yang dipimpin adalah masyarakat awam dalam segalah hal termasuk awam terhadap haak sebagai warga negara sehingga keadaan dimaksud sering dimaanfaatkan oleh kelompok kelompok tertentu sehingga kesenjangan sosialpun tak dapat dihindarkan dan sangat aktrim. Baik secara ekonomi, politik sosial budaya maupun yang lainnya.
Dengan memperhatikan pertanyaan permasalahan yang disebutkan diatas secara seksama, kandidat yang adalah bagian dari rakyat yang turut merasakan penderitaan masyarakat ikut bergumul, serta memikirkan penyebab – penyebab serta pemecahannya sebagai tanggung jawab moral..
Yang pemikirannya, aksinya, upayanya kami ringkaskan dalam tulisan Provil singkat kandidat ini.
Mengingat hidup adalah perjuangan dan perjuangan untuk kebaikan umat manusia sesuai dengan kebenaran-Nya adalah sesuatu yang muliah namun juga tidak segampang membalik telapak tangan namun dengan keyakinan penyertaan Tuhan dan dukungan dan kerjasama dari semua Bapak Ibu kami optimis upaya kami berhasil. Untuk keperluan kelancaran usaha tersebut diatas dengan penuh kerendahan hati dengan hormat kesediaan bapak Ibu untuk kiranya dapat mengambil bagian sesuai dengan kerelaan baik berupa, Doa, dana mapun moril.
Apaun itu bentunya kontribusi Bapak Ibu sangat bermanfaat dalam rangka mewujudkan kehendak Tuhan di Bumi Yahukimo secara khusus dan Papua pada umumnya.
Semua kontribusi dapat disalurkan melalui NO REK MAUPUN KONTAK PERSON kandidat,
dan atas bantuan dan kerjasamanya yang baik sebelumnya kami sampaikan terima kasih.
Semoga Tuhan Yesus yang punya pekerjaan ini memberkati selalu dalam segalah aktifitas Bapak/ Ibu.
VISI, MISSI DAN PROGRAM :
VISI : MENJADIKAN YAHUKIMO SEPERTI DI SORGA
MISI : MEMERANGI SEMUA BENTUK KEBODOHAN.
DENGAN DOA DAN UPAYA
DENGAN PROGRAM : “PENCERDASAN”
PENCERDASAN DARI:
Kebodohan,
Kemiskinan,
Hidup sehat,
Infrastruktur
Sosial politiks
Keterbelakangan
Keterisoliran
Kebobrokan moral
Degenerasi
Adat istiadat yang tidak membangun
Gender
Kebiadaban
Sentimentis
sara& prasaranamn
Hukum dan Ham
PROGRAM : DOA
DENGAN MOTO : SATU HATI CERDASKAN RAKYAT
DASAR KEYAKINAN :
Datanglah Kerajaan-Mu jadilah Kehendak-Mu di Bumi Seperti di Sorga (Mat 6:10)
DASAR VISI.
YESUS itu TUHAN. Dia adalah yang wal dan yang akhir, sebelum dan sesudah segalah sesuatu; segalah sesuatu ada dan terjadi karena Dia, dan tanpa Dia segalah sesuatu tidak perna ada dan tidak mungkin ada.
“Pada mulannya adalah Firman, dan firman itu bersama sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segalah sesuatu terjadi karena berfirman kecuali manusia. Manusia dibentuk dan diciptakan dari debu tanah dengan tangan -Nya sesuai dengan gambar dan rupa-Nya, serta di tempatkan di taman Firdaus seta memberikan otoritas tertinggi atas semua ciptaan-Nya dengan Roh-nya agar dapat mengatur segalah sesuatu, namun akibat ketamakannya melanggar tita Tuhan maka segalah kemuliaan Tuhan yang melekat padanya menjadi sirna begitu saja yang akibatnya segalah ciptaan yang sungguh amat baik tersebut menjadi rusak akibatnya bukansaja menjadi musu Tuhan namun juga dimusuhi oleh semua ciptaan., oh sungguh malangnya nasip manusia, ketidak amanan merambat di segala tempat, segala waktu dan segala keadaan. Manusia telah diusir dari tanah Firdaus, manusia hidup tanpa Tuhan dan pada akhirnya menghadap maut. Segala upayah pun dilakukan untuk posisi kembali pada keadaan sebelumnya, berdamai dengan Tuhan dan berdamai dengan lingkungan serta berdamai dengan dirinya namun hasilnya nihil. Semua orang telah jatu kedalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan. Karena Tuhan itu Kudus maka tidak seorangpun bisa mendekati Tuhan tanpa kekeudusan Tuhan. Sementara tidak seorangpun bisa menyucikan dosanya oleh usahannya sendiri, walaupun upa dosa ialah maut dengan demikina berhubung semua orang telah jatu kedalam dosa maka akibatnya semua orang pasti binasa. Namun ditengah keputus asaan Tuhan menyediakan satu jalan keluar yaitu melalui kasih dan karunia Allah adalah hidup yang kekal. Karena kekudusan dan upaya manusia berdamai dengan Tuhan adalah hal yang mustahil Dengan demikian jalan satu – satunya adalah dengan kekudusan Tuhan itu sendiri dalam anugera-Nya yang begitu besar akan dunia ini sehingga ia mengaruniakan Anak-Nya ( yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kakal. Selain memberikan jaminan untuk hidup yang kekal, Dia juga memberikan jaminan agar kita hidup seperi disorga bukan saja setelah kiamat atau sesudah meninggal (dunia yang akan datang) namun Dia juga mau supaya kita hidup seperti di Sorga di dunia sekarang ini, dengan menanggung semua dosa, semua kelemahan, semua sakit penyakit, semua kutuk, semua ikatan okultisme, semua pendertaan, kelaparan, ketelanjangan sampai menanggung kematian kita. Dengan demikian segalah sesuatu yang harusnya menjadi tanggungan kita akibat dosa kita ditanggung oleh Tuhan sehingga kita dilayakan memperoleh Sorga dengan semua yang ada dilalamnya. Sehingga Tuhan mau supaya kita memperoleh hidup dan hidup yang berkelimpahan. Dengan demikian misteri dari kinginan manusia hidup seperti di sorga dapat terpecahkan. Setelah manusia mengetahui ada jaminan langka selanjutnya adalah bagaimana supaya jaminan tersebut dapat dimiliki sebagai tiket untuk hidup seperti di Sorga baik untuk hidup sekarang maupun hidup yang akan datang.adalah langkah lanjutnya.
Jika demikian seperti apakah hidup seperti di Sorga itu ?
Hidup sepeerti di Sorga adalah hidup penuh dengan damai sejahtera. Sebab segalah sesuatu yang mulia, segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan, segala sesuatu yang sedap didengar, segala sesuatu yang suci bahkan hidup berkelimpahan baik untuk hidup ini maupun hidup yang akan datang serta hidup kekal telah diserahkan kepada manusia. Oh betapa indahnya hidup seperti di Sorga dimana manusia hidup dengan suatu otoritas peuh untuk hidup merdeka atas semua tipuan dan aksesoris Iblis dan Neraka.
Hidup seperti di Sorga berarti hidup dalam berkat Tuhan yang melimpah berkat Tuhan tersebut diantarannya : bebas dari sakit penyakit, bebas dari kebodohan, bebas dari kemiskinan, bebas dari kutuk -kutuk, bebas dari keterbelakangan, bebas dari ketakutan, bebas dari intimidasi Iblis, bebas dari dosa dll.. sebab semuanya yang disebutkan diatas adalah berasal dari iblis dan aksesoris Naraka.
Jangan mau tertipu dan memutar balikan fakta.
Namun yang terpenting dari kesemuannya itu adalah Kerajaan Tuhan dan kebenaran-Nya sementara semua berkat aksesoris sorga yang telah disebutkan diatas sifatnya mengikuti atau ditambahkan.
Sebagaimana nats ' carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuannya akan ditambahkan kepadamu ......)
Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kerajaan dan kebenaran tersebut diperoleh..?
Tuhan dalam firman-Nya dengan gamblang menjelaskan : mintalah maka kamu akan menerima, carilah maka kamu akan mendapat ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu (....) jadi jika kita meminta, mencari, dan mengetok pintu kerajaan sorga maka kita akan mendapatkan KERAJAAN SORGA.. Selanjutnya lebih lanjut Tuhan mengajarkan murid – murid-Nya berdoa dengan salah satu item adalah: datanglah kerajaan-Mu jadilah kehendak-mu di bumi seperti di Sorga (.....)
dengan demikian dapat kita simpulkan untuk mewujudkan dibumi seperti di Sorga adalah melalui DOA DAN UPAYA.
Berdasarkan dasar pemikiran tersebut kandidat berkeyakinan bahwa hidup seperti di Sorga adalah bukan mimpi belaka yang tidak bisa di wujudkan namun sebaliknya hidup seperti di Sorga adalah sangat mungkin untuk Papua pada umumnya daYahukimo pada khususnya. Mengapa punya argumentasi seteguh itu...? yang menjadi dasar keyakinan sebagai idealisme kandidat adalah :
Hidup seperti di Sorga adalah rencana dan kehendak Tuhan
Jika belahan bumi Eropa yang tanah nya gersan namun bisa memberikan manfaat untuk kelangsungan kehidupan mahluk hidup masakan tanah Papua pada umumnya dan Yahukimo pada khusunya yang kaya raya ini tidak bisa hidup seperti di Sorga..?
Kewenangan melalui otonomi khusus kepada pemimpin daerah untuk mengatur daerah dan rakyatnya sesuai dengan kebutuhan dan kearifan lokal dengan berbekal sentimen emosional masyarakt dan daerahnya.
Dana yang begitu besar mengalir baik itu dana Otsus, DAU, DAK maupun dana yang lainnya sudah seharusnya lebih dari cukup memakmurkan daerah dan masyarakatnya.
Para pemimpin yang menduduki jabatan strategis sebagian besar adalah orang beragama kristen yang punya ajaran bahwa orang kristen adalah utusantuhan Tuhan, diijinkan hidup untuk - hidup untuk orang lain sebagaimana Kristus telah hidup untuk dirinya sampai nyawa dipertarukan.
Sumber daya alam ,yang melimpah ruah
jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak.
Tidak memerlukan pupuk buatan secara kimiawi untuk pertanian yang membahayakan kelangsungan kehidupan manusia
Dari uraian diatas sudah memungkinkan untuk mewujudkan Papua pada umumnya dan Yahukimo pada khusunya seperti di sorga, namun ironisnya hal tersebut dalam kondisi ril di masyarakat menjadi sesuatu yang tabuh. Kadang kebanyakan orang berpikir yang hidup seperti di sorga adalah mereka yang hidup berkelimpahan secara materi, namun bisa benar bisa juga tidak benar; sebab ukuran untuk menentukan hidup seperti di sorga atau tidak bukanlah materi belakah namun bagaimana ia memperolah materi tersebut. Jika untuk mendapatkan materi tersebut dengan hal -hal yang tidak wajar maka sudah dipastikan damai sejahtera tak akan kunjung tiba dalam hidupnya. Sebab semua materi yang diperoleh belum tentu semuanya berkat. Namun sebaliknya bisa menjadi kutuk. Diberkati atau tidak diberkati tidak ditentukan dari banyaknya materi namun sumber dan cara materi tersebut diperoleh. Saya sudah banyak menyumpai orang orang yang secara materi berkelimpahan namun kepuasan kebatinan dan rohnya belum ditemukan. Mereka hidup dalam suatudilema : makan tidak aman tidak makan tidak aman , tidur tidak aman tidak tidur tidak aman, berjalan tidak aman tidak jalan tidak aman bekerja tidak aman tidak bekerja tidak aman. Apa gunanya kita memiliki seluruh dunia namun tidak memperoleh damai sejahtera..? damai sejahtera akan kita peroleh jika eda kepuasan JASMANIA, JIWANIA, ROHANIA. Dan ketiga kepuasan tersebut ada dalam KERAJAAN SORGA. Barang siapa berkepentingan Tuhan berkata dalam sabda-Nya : marilah kepada-Ku semua yang letih dan lesu Aku akan memberikan kelegahan kepada-Mu.(......)
Tunggu apa lagi....! mari bersama kita wujudkan rencana Tuhan dan impian Masyarakat Papua pada umumnya dan Yahukimo pada khususnya “ mewujudkan yahukimo seperti di sorga” dapat terwujud.
A m i n !
PROGRAM
Dalam masa Orde Baru, salah satu prinsip yang harus diwujudkan dalam trilogi pembangunn nasional adalah pemeratan hasil – hasil pembangunan pada masa itu, kesenjangan belum begitu tampak, mungkin disebabkan represi negara yang kuat sehingga masyarakat takut melaporkan ekses negatif (dampak) pembangunan seperti ketertinggalan suatu wilaya yang menyebabkan kemiskinan dan kebodohan. Para kepala daerah pun tidak akan mengatakan kalau daerahnya miskin dan tertinggal. Birokrasi dibawah pemerintahan lebih banyak menerapkan prinsip kerja “Asal bapak Senang.”(ABS)
Namun setelah reformasi yang ditandai antara lain oleh lengsernya Presiden Soehartoo pada 21 Mei 1998, luka-lukapun mulai berdampak, pembangunan yang dirumuskan oleh negara dalam kebijakan publik mulai terkuak. Tingkat korupsi Indonesia masuk 5 besar dunia. Masih banyak orang hidup dibawa garis kemiskinan, yang dalam bahasa Orde Baru disebut prasejahtera. Sebagian besar rakyat belum memperoleh layanan kesehatan dan pendidikan yang baik. Perihal kemiskinan dan keterbelakangan masyarakat Indonesia berjalan terus sampai saat ini. Muncul kesenjangan yang menganga di Indonesia antara daerah yang maju dan daerah tertinggal.
Papua dan Papua Barat walaupun sering disebut – sebut sebagai Provinsi terkaya, kondisi sumberdaya manusinya sangat memprihatinkan. Penduduk Papua yang tidak lebih dari 3 juta itu hidup mengenaskan dengan kondisi kesehatan dan pendidikan yang belum baik. Apa yang dilakukan Pemerintah Pusat setelah mereka menganggap Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia? Pada Umumnya Penduduk Papua masih berpendidikan rendah dan belum menikmati infrastruktur pembangunan seperti saudara mereka diprovinsi lain. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau sering terjadi friksi di Papua akibat ketidak adilan dan tidak meratanya pembangunan yang berujung pada tuntututan pemisahan diri dari NKRI belakangan ini.
Indikasi dari semua bentuk ketertinggalan di akibatkan antara lain adalah: sistim pemerintahan yang sentralistik, tidak adanya pejabat strategis yang diduduki oleh orang putra daerah; dan fasilitas dana yang tidak memadai.
Untuk menjawab aksi masyarat untuk memisahkan diri maka pemerintah Pusat menjawab dengan memberikan otonomi khusus yang dalamnya terdiri dari kewenangan mengatur, jabatan strategis sebagian besar dipegang oleh orang putra daerah; dan dana yang cukup besar.
Betapapun demikian ironisnya masyarak masi berada dibawa garis kemiskinan, kelaparan terjadi – dimana -mana, ketelanjangan, kebodohan, ketertinggalanpun yang menjadi identik dengan Papua pun belum menunjukan hasil yang maksimal.
Hal tersebut dapat terjadi akibat belum adanya niat baik dari pimpinan setempat memajukan masyarakatnya tetapi juga di akibatkan oleh kurangnya sumberdaya pimpinannya dalam memenejt. Sehingga yang terjadi adalah dimana setiap pimpinan di Papua ini cenderung memperkaya diri, kelompok nya dengan berbagai modus apalagi masyarakat yang dipimpin pun pengetahuan di bawa rata – rata sehingga masyarakat tidak mengetahui hak – hak mereka apalagi mengkomplain hak-hak terhadap penguasa, itu hal yang belum perna terjadi.
Selain itu hampir setiap pemimpin yang ada tidak punya visi misi dan program yang berkesinambungan dan yang manfaatnya berdampak kekal.
Sebab kalaupun ada kegiatan biasanya dibuat sekedarnya saja tanpa memperhatikan aspek menfaat, kualitas, dampak serta nilai – nilai lainnya. Yang ada pada pikiran mereka adalah bagaimana caranya menghabiskan tahun anggaran sehingga dana tidak di kembalikan ke kas Negara, selain itu sesungguhnya sebagai modus belaka untuk memperkaya pribadi atau kelompok tertentu.
Dana yang ada sering di ambur-amburkan ke masyarakat tanpa disertai dengan skil untuk pengelolaannya serta pengetahuan yang cukup sehingga masyarakat menjadi cerdas dan dengan pengetahuan tersebut kelak dipakai sebagai modal untuk pengembangan diri, membangun orang lain maupun memajukan daerahnya; namun sebaliknya membiarkan masyarakat tetap dalam kebodohan, sehingga bisa mendapatkan manfaat atas keadaan tersebut.
Bagaimana mungkin pembangunan bisa dirasakan oleh masyarakat..? sementara kegiatan yang dibuat tanpa program yang jelas, dan tidak jelas pertanggung jawabannya. Sehingga masyarakat menjadi cerdas, namun sangat disayangkan fakta di lapangan terkesan terbalik. Hal dimaksud terjadi akibat tidak adanya suatu animo baik eksekutif maupun legislatif, tidak berfungsi cek and balances, tidak ada niat baik, matinya demokrasi, hal tersebut suda masuk dalam kategori Craime Humaniti Againt ( Kejahatan terhadap kemanusiaan) sebab akibatnya menimbulkan hal-hal negatif ditengah – tengah masyarakat, di antaranya :
kelapan karena tidak sempat bikin kebun akibat pemanjaan oleh uang,
Menjadi pemalas.dan terbudaya ketergantungan
Tingginya angka pengidap penyakit HIV AIDS,
Serta kegiatan negatif lainnya.
Hal tersebut terjadi akibat suatu kebijakan tanpa memperhitungkan segala sebab akibat yang akan muncul kemudian, namun sebaliknya segala kebijakan bermuatan politik dengan bermodus partai tertentu atau atas nama orang tertentu dengan tujuan mendapatkan simpatisan masyarakat agar mereka dipilih kembali.
Bantuan satu dua kali itu manusiawi namun jika itu terjadi berulang kali maka itu suatu pembodohan dan pembunuhan secara halus, walaupun masyarakat yang menerima tidak menyadarinya.
Melihat, mengamati dan mempertimbangkan semua apa yang telah disebutkan diatas maka, tanggung jawab sebagai putra – putri Yahukimo yang terpelajar, tahu mana yang baik dan tidak, punya idealisme yang mensinkronkan antara ilmu dan kondisi lapangan maka kami merasa perlu bermitra dengan pemerintah setempat maupun pemerintah regional dan nasional dalam rangka memberikan sumbangsi pemikiran guna memajukan dan mencerdaskan masyarakat melalui program- program jitu yang sifatnya :
Cepat,. Tepat, cermat, berkesinambungan, permanen, berdampak kekal, konstrukstif, terukur, berkualitas. Efektiv evisien serta bermanfaat nilai,manfaat pake, manfaat seni,dan relefansi untuk saat ini maupun saat yang akan datang.
Mengingat Papua sudah menjadi prihatinan dunia Internasional karena dianggap Negara Republik Indonesia telah gagal membina dan memajukan Papua, Namun dibawa tekanan dunia internasional dan desakan dari dalam untuk usaha disentegrasi maka Negara sudah memberikan otonomi Khusus untuk menjawab semua persoalan yang ada di Papua namun fakta di lapangan tidak sebagainana yang diharapkan dan juga tidak seimbang dengan dana yang begitu besar maka yang menjadi pertanyaan adalah dimana dana -dana yang begitu besar itu bermuara?
Pemerintahan Daerah yang kurang transparan telah mempersulit untuk masyarak `bisa mengakses dan mengontrol mengalirnya dana-dana, hal itu tidak saja sulit untuk masyarakat umum tetapi lebih disayangkan lagi karena hal tersebut tertutup juga bagi anggota DPRD yang kapasitas sebagai wakil rakyat untuk membela rakyat namun sampai saat ini ironisnya tidak satu anggota DPRD pun yang perna mengkomplain dalam hal ini meminta DASK, DIP atau sebutan lainnya kepada Eksekutif guna kepentingan kontrol. Terlepas dari pertanyaan ADA APA DENGAN EKSEKUTIV DAN LEGISLATIF namun yan terpenting disini adalah bagaimana menyelamatkan masyarakat tak berdosa sehingga bisa menikmati hak -hak sebagai warga negara. Maka tindakan pencegahan (preventive) maupun tindakan penanganan (darurat) namun terukur sangat diperlukan.
Akar parsoalan dipapua pada umumnya dan di yahukimo pada khususnya adalah dengan kata PEMBODOHAN. Sebaliknya kata kunci untuk memecahkan persoalan di Provinsi Papua pada umumnya dan Kab Yahukimo pada khususnya adalah : PENCERDASAN (pendidikan).
Pembodohan yang dimaksud tidak saja berasal dari dalam diri masyarakat sebab masyarakat pada umumnya tidak berpendidikan namun punya nurani dan pengetahuan alam dari turun temurun; namun PEMBODOHAN itu lebih dominan justru datang dari luar baik itu pemimpin setempat atau orang yang dianggap punya status sosial yang tinggi. Pembodohan -pembodohan yang dilakukan tersebut diatas adalah secara terencana dengan harapan mereka saja yang menjadi penguasa tunggal, berkelas tunggal, pengkonsumsi fasilitas tunggal sebab jika tidak demikian maka hal itu merupakan ancaman bagi semua kepentingan mereka yang telah disebutkan diatas.
PEMBODOHAN yang dimaksud diatas sangat kompleks, karena pembodohan yang dilakukan itu hampir di semua sendi – sendi kehidupan, baik itu pembodohan sosial politik, pembodohan ekonomi, pembodohan kesehatan, pembodohan tempat tinggal dan fasilitas serta pembodohan pendidikan,.
Berikut adalah cuplikan pokok pikiran sekaligus idealisme penulis, yang di sampaikan dalam berbagai pertemuan sebagai seorang aktifis yang sering disingkirkan karena memperjuangkan jeritan akar rumput.
PENCERDASAN (Pendidikan)
Satu – satunya kunci untuk memajukan bangsa ini adalah dengan cara MENCERDASKAN rakyat. Mencerdaskan rakyat berarti juga adalah memberdayakan manusia. Jika manusia Indonesianya sudah diberdayakan maka akan sangat tidak sangat terlalu sulit untuk memajukan Bangsa ini sebab peran Negara atau tanggung jawab Negara akan berkurang karena masyarakat itu sendiri bersama – sama ikut ambil bagian dalam mengisi maupun memajukan Bangsa.
Hal tersebut berbeda dengan beberapa dekakade yang tela kita lewati bersama dimana ketamakan beberapa kelompok mencengkram negeri ini sehingga, kelompok tertentu menjadi kaya raya dan kelompok yang lain mendapatkan sesuap nasi saja sangat sulit apalagi dengan tempat tinggal, lihat saja dibawa jembatan – jembatan ada sesuatu yang terlihat bergerak atau terkesan seperti sarang semut, jangan dikira mereka adalah semut benaran namun jika turun dan melihat dari dekat maka akan terlihat bahwa sesungguhnya mereka adalah manusia ciptaan Tuhan yang sama dengan kita, dan punya hak yang sama pula bahkan perundang-undangan menjamin hal tersebut. Dan mereka adalah sebagian masyarakat dari bangsa yang besar ini,dan bangsa yang kaya raya ini.
Demikian juga dengan orang -orang telanjang seperti kanibal atau manusia saman batu kita jumpai dimana – mana. Mereka telanjang bukan karena mereka senang hidup demikian namun mereka demikian karena keterpaksaan karena tidak sanggup membeli selembar kain tersandung dana.
Betapapun demikian ironisnya Pemerintah setempat mereka melihat bukan sebagai kegagalan namun sebaliknya mereka melihat sebagai suatu potensi wisata. Itu baik karena merupakan suatu poin untuk penghasilan asli Daerah (PAD) namun manfaat apakah yang orang telanjang itu peroleh ? Jika Kita pertahankan dan lestarikan hanya berkedok PAD, bukankah negeri ini penuh dengan potensi- potensi lain yang bisa kita kelolah untuk kepentingan PAD?
Bangsa ini melalui aparat Negara sebagai perpanjangan tangan Negara sudah selayaknya masyarakat dilindungi dan dijamin hidupnya apalagi didasarkan pada konsitusi sudah mengatur khususnya UUD 19 45 pasal 33 mengamanatkan bahwa segalah kekayaan dikuasai Negara dan di pergunakan sebesar – besarnya untuk kepentingan rakyat, dan bukan untuk kepentingan orang, golongan kelompok tertentu seperti yang terjadi selama ini.
Mungkin barangkali untuk daerah diluar Papua tidak terasa karena setiap tindkan selalu dikontrol baik oleh media atau LSM namun sebaliknya di Papua pada umumnya dan di Yahukimo Pada khususnya,demokrasi tranparansi masih merupakan hal yang langkah. Hal tersebut terjadi akibat sebagian masyarakat adalah buta huruf. Kalaupun ada yang berpendidikan biasanya berpendidikan yang rendah dan yang mengenyam pendidikan yang tinggi bisa dihitung dengan jari. Dan kalaupun jumlah pendidikan tinggi bisa dihitung dengan jari namun jika kualitasnya baik menurut kami Papua tidak terlalu besar untuk memajukan apalagi jika sudah didukung oleh otonomim khusus dengan kewenangan dan dana yang cukup besar namun sebaliknya putra -putri yang sempat mengenyam pendidikan tinggi tersebut kualitasnya sangat memprihatinkan. Dimana masyarakat mempercayaakan suatu kepercaaan karena mereka dianggap mampu memecahkan persoalan – persoalan di masyarakat karena telah menyelesaikan pendidikan yang tinggi namun ironisnya pemimpin – pemimpin tersebut terkesan buta, mereka sendiri saja tidak tahu ara bagaimana bisa memimpin masyarakat banyak..? maka terjadilah kegiatan akal -akalan, progragram musiman, dan lembaga negara tersebut terkesan tidak lebih dari LSM yang sering tersandung karena kurangnya dukungan dana.
Hal tersebut terjadi akibat kurang maksimal konsentrasi belajar karena mereka harus bagi konsentrasi ke kebutuhan -kebutuhan pokok yang lain misalnya : saya ke sekolah pake uang taksi apa , pulang uang taksi dari mana, sesudah pulang pulang kemana..? (tempat tinggal) setelah pulang makan apa (makanan) jika sakit biaya berobat dari mana..? belum lagi dengan kebutuhan tuntutan dari Sekolah dimana diperlukan , dana untuk fotokopy, diktat, uang semester apalagi..! jika dilihat dari sebua konsekwensi diatas dapat kita katakan syukur jika bisa menyelesaikan pendidikan tersebut namun sayangnya yang terjadi adalah demi suatu target maka tidak jarang juga jika ada beberapa indifidu mereka menempu dengan jalan pintans dengan kompromi – kompromi dan jalaur -jalur khusus.
Jika demikian dengan kwalitas orang yang masyarakat anggap sudah berpendidikan tinggi maka apa yang bisa diharapkan..?
Bukankah maju mundurnya suatu bangsa pada umumnya dan daerah Papua pada khususnya ini sangat ditentukan oleh Pendidikan..?
lebih disayangkan lagi dengan menjamurnya pendidikan – pendidikan tidak berbobot dengan jarak jau, atau program kilat atau dengan sebutan lainnya, bagaimana mungkin mendapatkan anak didik yang berbobot dan siap pake...? bagaimana mungkin Pemerintah selama ini sering menyalahi para pendemo yang sedang cari kerja...? bagaimana mungkin juga pemerintah lllakukan penggusuran rumah -rumah kumu dengan alasan keindahan..? bukankah mereka itu justru kepingin hidup di rumah yang layak..? jika kurang yakin cobalah anda coba menawarkan Rumah anda yang menurut anda baik dan mewah sebelum anda melakukan penggusuran. Sering orang beranggapan dengan penggusuran dan dengan pendidikan yang gelarnya muka belakang menjamin terselesainya persoalan..? pemimpin di negeri ini hampir semua tidak punya niat baik, sebab jika memang ada maka yang harus di sentu adalah hal -hal mendasar, atau akar persoalannya yang prinsipil.
Pencerdasan adalah hal prinsip dan mendasar, untuk itu konsentrasi kepada program pencerdasan tidak bisa dilihat sebelah mata. Pencerdasan dimaksud bukan saja dengan mendirikan gedung – gedung sekolah yang mewa namun pencerdasan disini lebih kepada segalah aktifitas otak, ktifitas tangan aktifitas mulut, aktifitas mata dan segalah aktifitas organ tubuh baik secara personal maupun secara kelompok harus senantiasa berpatokan pada unsur pencerdasan.
Jika manusianya sudah cerdas maka pengembangan diri maupun kemajuan diri tidak perlu dipaksakan. Karena secara lamia mereka akan berkembang bertumbu yang akibatnya bangsa dan negara terdongkrak.
Penharapan untuk memajukan bangsa ini tanpa disertai unsur pencerdasan adalah ibarat mendorong mobil beoroda besi persegi empat, sedangkan mengharapkan kemajuan bangsa disertai dengan proses pencerdasan adalah sama dengan kapal yang dipasang layarnya dan diletakan dilaut dan tidak perlu dorong namun untuk berjalan cuman memerlukan sedikit angin.
Bahkan lebih ironisnya adalah kenapa dana otonomi khusus Papua yang sudah dianggarkan untuk pendidikan bukan di tambah justru menjadi berkurang dari dana yang sudah di tetapkan dalam sidang DPRP..? ada apa dengan pemimpin daerah ini ..? lebih para lagi ada sebagian pemimpin yang berpikiran bahwa biarkan mereka juga belajar susa karena kita dulu pun mengalami hal yang sama sebagai wujud balasan namun juga ego yang menekan orang lain agar tidak seorangpun boleh menyamai mereka apalagi melebihi...! oh nasip...oh nasip..! ini adalah fakta namun apa daya masyarakat ..? dari manakah pembelaan itu akan datang...? kami hanya bisa berharap pertolongan itu datang dari yang kuasa, jika tidak biarkan kami mati di tenga kekayaan yang melimpah.
Dewan yang seharusnya membelah sebagai wakil rakyat justru membisu 1000 bahasa enta karena tidak mengetahui, tidak mau tahu atau alasan lain..? media yang seharusnya lembaga indenpenden yang bisa mengangkat semua persoalan -persoalan di masyarakat justru menjadi corong penguasa sehingga yang bisa dipublikasikan adalah hal -hal yang tidak membahayakan kedudukannya penguasa karena salah satu sumber penghidupannya adalah dari penguasa stersebut.
Hai pemimpin di daerah ini, tidakka kamu sadari jika kamu adalah utusan Tuhan untuk melayani umat-Nya..? dan tanggung jawab di akhiratpun sebanding jabatan anda..? Bertobat dan bertobatlah...! sebelum murka Tuhan yang dasyat itu menimpa anda. Ambilah apa yang menjadi hakmu dan berikanlah apa yang menjadi hak masyarakat bahkan lebih muliah lagi jika anda berikan juga sebagian dari apa yang menjadi hakmu kepada orang yang membutuhkan dan bukan sebaliknya mengambil sesuatu yang menjadi hak masyarakat...!
pemimpin di negeri ini diperlukan orang orang yang punya kemampuan akademis namun jika tidak memungkinkan maka hanya nurani saja yang diperlukan, karena nurani diatas segalanya dan lintas semua golongan karena merupakan langsung berhubungan dengan Tuhan.
Mengingat pendidikan memegang peranan penting dalam hal memajukan dan mengejar ketertinggalan bangsa pada umumnya dan Yahukimo pada Khususnya maka perhatian seriuspun dan skalah prioritaspun harus diberikan diantaranya dengan memberikan alokasi dana yang lebih besar dari pada bidang bidang lain, sebeb jika masyarakat diberdayakan maka pasti dia akan dapat bergerak secara normal dan alami tanpa diperlukan energi dari luar yang banyak. Namun dana yang dianggarkan banyak harus disertai dengan program – program yang jitu, terencana, terpadu terukur tepat dan cepat serta sesuai dengan kebutuhan kondisi ril di lapangan yang disinkronisasi dengan kebutuhan masa mendatang. Jika Pendidikan mendapat perhatian yang serius maka dibidang-bidang lain dengan sendirinya akan kena dampak yang signifikan dan secara otomatis masyarakat akan dibawa pada suatu tingkatan atau level sebagai berikut:
bertindak segalah sesuatu dengan pendekatan rasional
mereka pasti bisa hidup sehat
perekonomian terdongkrak secara otomatis
dapat memilah mana hak – dan mana kewajiban
peradaban manusiapun segera tiba
bisa mengenyam jenjang pendidikan yang maksimal tanpa halangan
segalah fasilitas atau infrastruktur termasuk kebutuhan Sandang Pangan Papan pun dapat terpenuhi secara alamiah
oh betapa indanya hidup di erah peradaban manusia...! namun tantangan yang lain adalah bagaimana caranya hal itu dapat ter wujud..? anggaran yang banyak bukan berarti ukuran namun yang terpenting disini adalah masyarakat bisa mengenyam pendidikan baik itu formal maupun non formal; pendidikan formal maupun non formal pun tidak cukup namun yang dimaksud disini adalah pendidikan formal maupun non formal tetapi berbobot dan berdambak pada nilai guna dan relevan dengan masa depan. Koungulan suatu pendidikan tidak ditentukan oleh gedung semat tetapi lebih pada bibit, Bebet, Bobot dari pendidik itu sendiri. Persolan lain adalah kita datangkan pendidik yang berkualitas namun dapat atau tidak bertahan untuk waktu yang lama dengan kondisi alam yang tidak bersahabat, fasilitas yang tidak mendukung, serta penghasilan ekonomi yang pas-pasan, sementara pengajar yang berasal dari daerah setempat saja yarang ada di tempat karena tidak bisa tahan dalam waktu yang lama sehingga mereka muncul pada saat saat ujian saja...? persoalan lainnya adalah tenaga pengjar bisa didatangkan namun untuk mengetahui pedidikan atau sekolah yang bersangkutan berbobot atau tidak itu kan dapat diukur dari kemajuan dan bibit, bebet, bobot dari anak didik sekeolah tersebut. Yang menjadi masalah lain adalah bagaimana mungkin anak didik bisa menyerap semua ilmu yang di sampaikan oleh pendidik yang berkualitas, sementara faktor gisi tidak mendukung..? bagaimana mungkin juga anak didik meningkatkan folume belajar dalam rangka meningkatkan kualitas anak didik sementara lingkungan yang tidak mendukung dan jarak tempat tinggal ke sekolah ada yang sampai jalan kaki membutuhkan 5-7 km..? balum lagi dengan persolan alat penerangan. Bisa dibayangkan betapa beratnya masyarakat pegunungan pada umumnya dan Yahukimo pada Khususnya dalam menuntunt ilmu demi mengejar ketertinggalan. Lebih berat lagi dengan standar pendidikan secara nasional yang begitu tinggi..? jika anak didik yang dikota saja hampir nyaris sebagian besar gagal dan takut dengan standar ujian nasional bisa dibayangkan apa yang terjadi di masyarakt kita di kampung...?
bagi saya tidak mempersoalkan dengan standar Ujian nasional justru standar yang tinggi lebih baik sebagai acuan untuk anak didik agar belajar ekstra, namun dilema bagi anak didik yang ada di papua Pada umumnya dan Yahukimo pada khususnya adalah pembunuhan sebab di ibaratkan anak bayi yang disuru makan makananan yang enak dan bergisi namun tiga piring. Jyang perlu dilakukan disini adalah bukan mengurangi porsi namun membesarkan bayi ini menjadi dewasa dan siap untuk makan makanan tersebut. Kadang kita harus berani untuk gagal namun bukan sebagai kebanggaan tetapi sebagai pengalaman. Sebab pengalaman juga adalah merupakan guru yang berharga. Bertolak dari apa yang di gambarkan diatas maka diperlukan formulasi khusus yakni :
pendidikan berpolah asrama
pembebasan dari segalah bentuk beban yang menyita dan mengalikan perhatia anak didik dari tujuan belajar.
Melengkapi dengan segalah fasilitas yang mendukung peningkatan kualitas anak didik
menjamin mengonsunmi makanan yang bergisi
tidak tanggung – tanggung menerapkan bukan saja kurikulum standar Nasional namun juga standar Internasional
pembinaan kebutuhan Rohani maupun kebutuhan jasmani
memberikan jaminan penghasilan yang tinggi buat pendidik
menyedikan perumahan serta fasilitas pendukung bagi pendidik
memberkan rangsangan – rangsangan terhadap anak didik agar senantiasa memacu diri dalam membudayakan belajar.
Demikian juga harus ada rangsangan/ atau bonus – bonus khusu bagi pendidik yang berprestasi sehingga pendidik senantiasa termotifasi untuk terfokus pada peningkatan kualitas pendidikan.
Lebih baik anggaran yang ada kita infestasikan kepada generasi penerus agar manfaat yangg akan kita peroleh berlipat ganda baik untuk masyarakat maupun Negara di kemudian hari. Dengan demikian kitapun dapat berdiri dengan gaga disaat orang lain berdiri dengan gaga.
Catatan dibuat dalam rangka mencerdaskan rakyat, menuju Yahukimo yang demokrasi, dibawa naungan Gerakan Demikrasi untuk Yahukimo (GDY), suatu gerakan moral menuju Yahukimo yang demokratis.
Cerdas Rakyatku Gaga Bangsaku, Indoneia Jaya.
Yahukimo 26 Januari 2010
Hakim Bahabol
ketua GDY
PENCERDASAN KESEHATAN
kesehatan adalah suatu kebutuhan yang hakiki baik tua, mudah, perempuan -laki-laki dan semua golongan, sebab tanpa sehat mustahil bisa melakukan segalah sesuatu, kekayaan yang melimpahpun tak akan berarti jika kesehatan terganggu. Bahkan duit segudangpun tidak menjamin jika kesehatan itu dapat di beli. Apa si tujuan dari hidup itu sebenarnya..? apakah panjang umur namun penyakitan atau panjang umur dan bisa hidup sehat..? banyak orang beranggapan bahwa keduannya tidak dapat dihindari karena kedua opsi merupakan suatu takdir yang tak dapat dihindari. Jika ya mengapa manusia itu diberikan hak bebas untuk memilih jika pada akhirnya pilihan kita itu tidak mempengaruhi apa - apa terhadap takdir tersebut..? masakan Tuhan yang katan-Nya baik itu menakdirkan sesuatu yang buruk terhadap umatnya? Atau dengan kata lain kita tidak perlu punya rencana dan upaya apapun untuk sesuatu karena segalah sesuatu telah ditakdirkan..? masakan Tuhan menciptakan mausia dengan tujuan agar hidup tidak sehat...? jika takdir Tuhan tentu tidak mungkin diberikan melebihi dari kemampuan manusia namun mengapa fakta tela menunjukan ada orang dibawa garis kemiskinan, yang tidak mampu membiayai biaya berobat jatu sakit dan membawa pada kematian..?
saya secara pribadi percaya benar akan ada rencana Tuhan dan rencana -nya itu adalah rancangan Damai sejahterah dan bukan rancangan kecelakaan sebab segalah sesuatu yang negatif itu tidak berasal dari Tuhanmelainkan datang dari dunia gelap namun tuhan terkadang mengijinkan hal itu namun tidak melebihi kemampuan orangnya dan dengan maksud untuk mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya yang mengasihinya dan itu sifatnya khusus dan tidak pada umumnya. Untuk itu Tuhan tela memberikan hikmat untuk kita dapat mengatur dan mempergunakan segalah sesuatu dengan penuh tanggung jawab termasuk dalam memenetj kesehatan. Jadi sesungguhnya pilihan untuk mau hidup sehat atau tidak itu ada pada manusinya. Jika demikian selain memutuskan secara perorangan untuk hidup sehat maka kitapun dapat memutuskan hidup sehat untuk Yahukimo Sehat.
Selain memasukam kesehatan sebagai salah satu mata pelajaran pendidika baik secara formal maupun non formal dalam rangka pencegahan sakit penyakit namun perlu juga disiapkan puskesmas -puskesmas unggulan dengan tenaga -tenaga medis yang profesional disertai dengan fasilitas pendukung, untuk mendukung kelancaran dalam pelayanan masyarakat dalam rangka penanganan pasien yang segera.
Dalam tubuh yang sehat maka jiwapun akan sehat jika jiwanya sehat maka akan mendukung lancarnya segalah kegiatan termasuk dalam rangka meningkatkan mutu anak didik yang disebutkan pada bab I diatas. Untuk itu agar menuju Yahukimo sehat maka diperlukan juga pleaning dan perhitungan yang matang serta memformulasikan dengan suatu program sehingga suatu aksi tidak hanya bersifat pencegahan dan tidak juga hanya sebagai kegiatan musiman yang sewaktu-waktu muncul dan sewaktu – waktu tenggelam namun program yang mencakup pencegahan sampai penanganan secara berkala, terukur cepat dan tepat yang dampaknya baik untuk sekarang maupun untuk kemudian hari. Sebagaimana telah dibahas dalam memajukan mutuh pendidikan di Yahukimo bab sau(I) demikian pula dengan penanganan dunia kesehatan diantaranya :
pendidikan sehat baik secara formal maupun non formal
lingkungan sehat
makanan sehat
rumah sehat
pakaian sehat
pikiran sehat
tenaga medis yang provesional
bonus tenaga medis atas prestasi serta honor yang layak
rumah sakit dengan fasilitas pendukungnya
tempat tinggal dan fasilitas pendukung bagi tenaga medis
jika kita menyadari kalau kesehatan adalah kebutuhan yang hakiki dan telah kita sepakat dan putuskan untuk Yahukimo sehat maka berapaun itu harganya kita harus bayar. Jika perlu kita balikan aturan main yakni yang selama ini puskesmas dianggap renda maka kenapa tidak justru puskesmaslah yang kita kasih perhatian serius selayaknya rumah sakit umum dengan fasilitas dan tenaga medis serta fasilitas pendukung lainnya karena letak puskesmas itu berada di tengah masyarak. Dan jika dana memungkinkan kenapa tidak kita upayakan rumah sakit standar Internasional sekaligus sebagai salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD)?
Ada kemauan maka ada tekad, ada tekat maka akan selalu ada jalan apa lagi keinginan itu adalah sifatnya penting, dan untuk kepentingan menyelamatkan masyarakat banyak.
Hidup sehat adalah hak warga negara, negara menjamin agar masyarakat hidup sehat. Segala tindakan yang dilakukan oleh beberapa oknum dengan pungutan liar maupun dengan kompromi tertentu untuk memperkaya suatu kelompok dalam hal pengadaan kebutuhan rumah sakit maupun kebutuhan kesehatan masyarakat, dengan membuat kerugian uang negara untuk msyarakat dengan mengambil keuntungan tidak wajar maka kami Gerakan Demokrasi Untuk yahukimo menolak serta oknum - oknum bersangkutan karena perampasan hak-hak masyarakat,
Catatan dibuat dalam rangka mencerdaskan rakyat, menuju Yahukimo yang sehat, dibawah naungan Gerakan Demikrasi untuk Yahukimo (GDY), suatu gerakan moral menuju Yahukimo yang demokratis.
Cerdas sehat rakyatku Gaga Bangsaku, Indoneia Jaya.
Yahukimo 26 Januari 2010
Hakim Bahabol
ketua GDY
PENCERDASANPEREKONOMIAN
Dengan modal ilmu yang memadai sebagai bakal utuk bisa hidup dan berbuat apa saja yang di idam-idamkan dan serta di topang oleh kesehatan yang mendukung, memungkinkan hidup dan berbuat apa saja seperti yang di idam idamkan seperti yang dibahas dalam bab sebelumnya maka selanjutnya akan dibahas persoalan yang tidak kalah pentingnya dan sangat krusian dalam proses kelangsungan hidup maupun, dalam menentukan hidup dan berbuat apa saja seperti yang di idam didamkan yaitu menjangkut perekonomian.
Perekonomian merupakan suatu hal yang mendasar dan krusial bagi kelangsungan kehidupan manusia maupun dalam menggapai segalah sesuatu yang di idam – idamkam. Mimpi besar namun tidak didukung oleh perekonomian yang memadai maka hal ter sebut ibarat nafusu tinggi namun tidak dapat berbuat apa – apa. Untuk itu jika ilmu sudah memadai dan didukung oleh kesehatan yang baik maka kini saatnya kita harus menggunakan ilmu yang ada serta memanfaatkan keadaan kesehatan yang baik untuk meningkatkan prekonomian agar segalag sesuatu yang kita cita – citakan dapat terwujud. Dengan kesadaran bahwa pentingnya perekonomian dalam menopang kelangsungan hidup maupun mencapai segalah sesuatu yang di idam-idamkan namun persoalan lain yang terpangpang pada umumnya adalah seperti : mulai dari mana dan selesai dimana ? ( Pengembangan dan pemasaran) dan apa daya kami..? ( daya manusi, daya dana, daya waktu, dan daya tempat) namun Papua pada Khusunya dan teristimewa Yahukimo Pada khusunya hanya hanya diperlukan niat baik, tekat eksen program yang konstruktif, berkesinambungan, terkur capat dan tepat namun berdambak jangka panjang. Yang dalam hal ini bibit, bebet, bobot serta efektif dan efisien menjadi perhatian. Sebab perolan lain tidak terlalu bermasalah karena : sumber daya alam sudah melimpah ruah, sumber daya dana sudah begitu besar dengan anggaran otonomi khusus demikian juga denga sumber daya waktu yang tidak mengenal musim adalah potensi untuk kapan saja bisa berproduktif serta tempat mana saja ada potensi untuk pengembangan apa saja namun tinggal n iat baik pimpinan dalm memajukan serta mencerdaskan rakyat didikuti oleh modal dan disertai pendampingan. Dengan demikian memungkinkan bukan saja mengalami suatu kemajuan ekonomi belaka namun lebih dari pada itu akan mengalami kebangkitan secara revolusibaik itu industri, sosial, maupun aspek lainnya. Dengan demikian tidak mustahil kita dapat mengejar ketertinggalan bahkan bisa bersaing baik ditingkat lokal, regional, nasional maupun Internasional secara alamia tanpa memerlukan energi yang banyak untuk mendorong, karena tanpa mendorongpun rakyat sendiri secara alamia akan bergerak dan negara dan pemimpin berfungsi sebagai police.
Adapun sumber – sumber yang merupakan cikal – bakal pertumbuhan ekonomi diantaranya :
pertanian
padi
vanili
tebu
sayur mayur
ubi – ubian
kacang hijo
kacang tanah
kacang kedelai
boncis & ercis
kacang merah dan kacang - kacangan yang lain
manggis
appel
anggur
stroberi
kentang
wortel
labu – labuan
jagung
gandum
smangka
perkebunan
kopi
jeruk
mangga
nangka
pisang
alfokat
coklat
bua merah
cengke
kelapa sawit
kelapa
dll
perdagangan
sembako
bahanbangunan
alat rumah tangga dapur
alat perlengkapan rumah ( perkakas)
pakaian
elektonik
ATK
rumah makan berat
rumah makanan ringan
pedagang buau buahan
pedagang sayur sayuran
pedagang biji -bijian
pedagang bumbu -bumbuan
pedagang minyak tanah
pedagang minyak goreng
pedagang minyak buah merah
pedagang madu dan lain – lain
pedagang ternak
pedagang pemotongan ternak
pedagang ikan
pedagang daging -dagingan
pedagang souvenir
studio foto
dll
perhubungan
taksi
ojek
bis
pesawat
dll
HAKI
ilmu pertanian
perkebunan
ilmukesehatan
ilmu sosial
ilmu komputer
dll .
sipil
sipil bangunan
sipil arsitek
sipil jembatan
sipil jalan
dlll.
Tehnik
elektro
teknik sipil
teknik komputerisasi
dll.
peternakan
babi
sapi
kambing
kalimci
ayam potong
ayam kampung
domba
anjing
budidaya burung cendrawsih
dll.
perikanan
ikan nila
ikan mujair
ikan mas
ikan sembilan
ikan buaya
dll
kehutanan
pohon jati
pohon matoa
pohon kasuari
pohon kayu besi
pohon gaharu
pohon lak/ifin ( Cemara)
dll
perindustrian
industri kayu
industri meubel
industri makan jadi
industri air bersih
industri batako
industri batu tela
industri trikpleks
industri minyak goreng
industri makanan kaleng
industri makanan ringgan
industri bakso
industri mie
industri sabun
dll
pariwisata
pertamanan
adat budaya
museum
rekreasi
dll
kompueris
brainwhre
hardwhare
sotwhare
dll
komuniaksih/Informatika
internet
telepon
media masa
media elektronik
media cetak
pos
dll.
Yahukimo 26 Januari 2010
Hakim Bahabol
ketua GDY
PENCERDASAN SOSIAL BUDAYA
jika tingkat pemahaman sudah cukup, kesehatan tidak bermasa dan ekonomi sudah melangit sehingga kecendrungan orang untuk melupakan napak tilasnya dan sering arogan, ego dan kesombonganpun tak terhindarkan, untuk itu pencerdasan dibidang sosial budaya sebagai penetral antara manusia dengan alam, manusia dengan manusia , manusia dengan organisasinya maupun organisasi lain, manusia dengan Tuhan serta manusia dengan diri sendiri harus dibagun sejalan dengan pencerdasan di aspek – espek kehidupan manusia dalam proses peradaban sehingga pada puncaknya akan terwujud suatu peradaban yang maju, dail dan sejahtera baik secara finansial maupun ahklak.
Sesungguhnya merubah manusia tidak segampang merubah barang atau yang lain apa lagi manusia itu adalah usia dewasa yang sudah telanjut punya doktrin – doktrin bawaan secara adat budayah walaupun hal itu sangat tidak menguntungkan baik untuk dirinya sendiri, orang lain, maupun dengan relevansi saat ini maupun akan datang. Untuk itu diperlukan strategi khusus serta formulasi khusus sehingga pencerdasan sosial budaya tersebut bisa terwujud walaupun step by step dan pelan namun pasti tanpa menggurui dan tanpa menyinggung agar maksud yang baik tidak ditolak karena cara pendekatan yang salah.
Dilihat dari sisi manfaat dan dampak, Pencerdasan dibidang sosial budaya
tidak kala penting dengan kehidupan sosial budaya, karena kehidupan sosial budaya juga ikut menentukan maju mundurnya suatu masyarakat karena ikut mempegaruhi kelangsungan kehidupan manusia secara menyeluruh baik iru pendidikan, ekonimi, politik maupun aspek lainnya.
Pencerdasan sosial budaya ini lebih menitik beratkan pada aspek moral dan etika sehingga bisa dibayangkan, jika seseorang itu mengalami kemajuan dibidang yang lain katakanlah ekonominya sudah matang maka potensi untuk buat apa saja dengan cara apa saja, pada waktu kapan saja dan tempat dimana saja itu dapat termasuk dalam hal -hal negatif, dimana mereka dapat menghalalkan segalah cara untuk mencapai tujuannya baik itu cecara kelompok maupun pribadi.
Mengingat pentingnya jika diterapkan den sangat fatal jika tidak di terapkan maka harus pulah mendapat perhatian yang serius dengan beberapa langka rekomendasi sebagai berikut :
pemimpin harus menjadi ukuran
dalam hal apa yang dia katakan
masyarakat cenderung lebih mendengar dan dipengaruhi oleh apa yang pemimpin katakan, untuk itu jika pemimpin menghendaki masyarakatnya mau seperti apa maka harus dikomunikasikan dengan kata -kata. Baik secara tertulis maupun tidak tertulis serta bisa juga denga visual audio.
dalam hal apa yang dia perbuat
jika pemimpin menghendaki masyarakat beruba menjadi seperti yang pemimpin inginkan maka dengan kata – kata saja dianggap belum cukup namun harus disertai dengan apa yang dia perbuat, agar apa yang dia katakan tidak di mentakan dan di cerca. Dalam hal ini pemimpin dituntut untuk menjadi teladang, panutan yang terdepan sehingga masyarakat punya keyakinan penuh untuk dapat diikuti.
apa adanya dia .
Dalam hal melakukan sesuatu dengan harapan masyarakat dapat melihat dan dapat mengikutinya sekiranya harus dihindari dari prodak paksaan, atau pura- pura atau, dibuat buat sebab hal tersebut akan menyadi lucu, namun sekirangya seorang pemimpin melakukan sesuatu dengan harapan dilihat dan diikuti oleh masyarakatnya maka hendaknya hal tersebut mengalir dari kepribadian dirinya, tanpa prodak dari hasil manipulasi. Sebab :
Bagaimana dengan pengikut adalah bagaimana dengan pimpinan.
Pemimpin tertinggi penipu maka otomatis bawahan akan menjadi penipu, pimpinannya pembohong maka bawahan apa lagi dan seterusnya. Jika saya boleh gambarkan maka : jika anda mau tahu identitas dari pohon yang tinggi maka anda tidak perlu mengeluarkan energi dengan mematakan leher untuk melihat pohon besar itu namun anda hanca cukup melihat pohon kecil yang tumbu di sekitarnya karena benih atau buah pohon itu tidak akan jatu jau dari pohonnya. Dengan demikian yang terpenting disini adalah bagaimana dengan beni yang kebaikan itu, sumber kebaikan itu udah ada didalam diri pemimpin atau diluar pemimpin ..? usahanlah supaya beni itu sudah didalam pemimpin agar dalam kepemimpinannya tinggal proses dialirkan saja dan hasilnyapun segera akan nyata sebagai sebab akibat.
pemimpin harus ada niat baik
langka selanjutnya setelah pemimpin tersebut sudah siap maka kesiapan tersebutpun tidaklah cukup untuk merubah masyarakatnya, namun harus ada niat baik serta didorong oleh suatu tekad untuk mencerdaskan masyarakat di aspek sosial dan budaya.
pemimpin harus ada program-program eksen dan bukan program wacana belaka. (program-program kongkrit yang berkenaan dengan pencerdasan sosial budaya. Agar hasil yang dicapai tersebut dapat terlaksna secara konstruktif, terpadau dan dapat diukur
Yahukimo 26 Januari 2010
Hakim Bahabol
ketua GDY
PENCERDASAN POLITIK
Banyak orang beranggapan bahwa politik itu kotor, sehingga tidak sedikit orang yang punya moral baik tidak berani maju di dunia politik karena takut terkontaminasi oleh dunia politik dengan segalah antek-anteknya. Pada hal jika dilihat dari sisi dampak maka justru dampak politik sangat menentukan nasip suatu bangsa dan rakyatnya. Jika demikian yang menjadi pertanyaan adlah benarka dunia politik itu kotor..? dan orang yang moralnya baik itu tidak pantas masuk di dunia politik karena ekan terkontaminasi...? sesungguhnya dilihat dari devinisi kata politik maupun sejara dari sudut pandang sosial maupun sudut pandang dari agama – agama yang ada di muka bumi ini maka sesunggunya untuk tujuan yang muliah seperti dalam agama kristen dikenal dengan dua lembaga yang langsung berhubungan dengan Tuhan atau dengan kata lain dalam struktur organisasi adalah Raja dan Nabi berada dibawa Tuhan dan diatas uumat atau perantara antara Tuhan dengan manusia hanya yang membedakan mereka adalah pada fungsi yaitu : Raja menangani dunia politik dan Nabi menangani dunia spritual namun tujuannya adalah sama yakni : menjaga, melindungi, memimpin pada jalan -jalan yang benar yaitu kehidupan yang adil, damai dan sejahtera.
Bisa dibayangkan jabatan yang mulia, untuk tujuan yang mulian namun kalau diduki oleh orang – orang yang tidak mulia....? namun bayangkan juga jika jabatan yang muliah, dengan tujuan yang mulia tersebut diduduki oleh orang – orang yang mulia juga maka suda pasti rakyat yang dipimpin, bangsa yang dipimpin pasti akan dimuliahkan, untuk itu selain harus pemimpin yang mulia maka roh kemuliaan itupun harus di transferkan kepada orang -orang yang dipimpin baik itu secara vertikal maupun horisontal sehingga kemuliaan itu bukan saja dirasakan oleh generasinya saja namun juga untuk generasi mendatang dalam proses regenerasi.
Hal tersebut diatas adalah sebagian dari suatu idealisme namun dalam prakteknya kita dapat melihat dan menyaksikan bahwa seolah -olah politik itu adalah busuk karena terjadi atau diterapkannya praktek praktek busuk dan itu sudah terjadi sepanjang abad dan suda membudaya badahal sesunggunya politik itu tidak busuk namun yang busuk itu adalah ,manusia yang masuk dalam arena politik. Sehingga kita wajib membuang sesuatu yang salah yang menyimpang dari tujuan awal dari Tuhan yang Mulia untuk kemuliaan umat-Nya.
Datanglah kerajaan Tuhan Jadilah kehendak Tuhan di yahukimo seperti di Sorga.
Yahukimo 26 Januari 2010
Hakim Bahabol
ketua GDY
PENCERDASAN INFRASTRUKTUR
Papau pada umumnya dan yahukimo pada khususnya sangat tidak didukung oleh infra struktur yang memadai kalaupun ada hal itu dibuat sebagai ala kadarnya untuk sekedar menyenangkan masyarakat. Maklum masyarakatnya terdiri dari orang awam yang tidak mengerti kalao hal tersebut adalah mereka punya hak sebagai warga negara, dan bantuan datang dari negara namun daerah hampir semuanya menghendaki untuk senantiasa menahan – nahan kemajuan masyarakat agar semakin lama masyarakat bodoh maka semakin lama kesempatan juga untuk bisa didapat manfaatnya pula. Dengan demikian jangan heran kalau Papua pada umumnya danYahukimo pada Khususnya sudah ada otonomi khusus dengan anggaran yang begitu besar dengan pucuk kepemimpinan di pegang oleh orang putra daerah yang punya modal emosional kedaerahan seharusnya berbuat lebih dari yang seharusnya namun entah kenapa....hal tersebut menjadi misteri ataukah ada konspirasi politik yang lain ...? masih menjadi pertanyaan!
Lihat saja perumahan yang dibangun tanpa me;lihat kualitas, pengairan dan listrik yang dibangun umurnya tidak terlalu lama paling lama itu tiga bulang jembatan dan jalan yang dibuat sering mengancam keselamatan warga, rumah – rumah tinggal masyarakat adalah sangat tidak sehat karena rumah tradisional yang akibatnya memperpendek umur masyarakat namun juga tidak menunjang meningkatkan kemampuan berpikir, dan banyak hal lain yang sangat memprihatinkan namun hal tersebut dibiarkan begitu saja, enta karena tidak tahu, tidak mau tahu atau tidak punya cara untuk mengatisi hal tersebut ..? sementara mereka adalah sebagian besar terdiri dari orang -orang putra daerah yang lahir besar dari sana. Untuk itu dengan sengat prihatin saya menulis tulisan ini dalam rangak mendorong semua pihak-pihak yang terkait agar mengupayakan segalah sesuatu, baik itu program kegiatan fisik maupun non fisik agar senantiasa mengacu pada upaya pencerdasan masyarakat, serta memperhatikan kualitas dari semua infrastruktur yang dibangun dengan memperhatikan manfaat dan keselamatan masyarakat, dengan berdasarkan nurani berbuat sesuatu yang terbaik rakyat sendiri.
Dalam hal ini hal – hal yang sangat diperlukan dan segera dalam hal menunjang mempercepat kemajuan masyarakat adalah:
perumahan sehat
air bersih
listrik tenaga air
pengembangan ekonomi sesuai dengan kondisi ril di lapangan dalam rangak meningkatkan perekonomian masyarakat
mengusahan kelancaran transportasi baik itu, laut, udara,dan darat guna pemasaran hasil panen
membangun sarana dan prasarana yang layak bagi sekolah sehingga mereka tenang belajar dan tidak ketinggalan dengan daerah lain serta menciptakan suatu atmosfir yang memungkinkan untuk bisa meningkatkan mutu belajar dengan sekolah berpolah asrama dan didukung oleh jaminan makanan bergisi dari pemerintah
jembatan yang berkualitas
serta jalan padat karya
pengembanagan lapangan terbang, maupun tambahan lapangan terbang baru untuk daerah yang layak.
Penambahan dan pembangunan Rumah sakit beserta fasilitas pendukungnya
pengembangan peternakan dengan poleh kandang yang sehat sehingga jangan warga hidup serumah dengan hewan yang mengakibatkan terganggunya kesehatan
dalam lingkungan yang aman dan sehat memungkinkan tubuh yang sehat dan dalam tubuh yang sehat tedapat pula jiwa sehat, mari bangun Yahukimo dengan hati. Utnuk menuju menuju yahukimo yang cerdas.
Yahukimo 26 Januari 2010
Hakim Bahabol
ketua GDY
PENUTUP
sesunggunya seorang pemimpin adalah ibarat keset yang melayani tuannya, relah menjadi kotor, dinjak, setela itu di taru di tempat yang tidak terhormat; baik di depan luar dan di belakang luar demikian pula dengan seorang pemimpin dia tidak mengharapkan penghargaan namun sebaliknya memberikan penghargaan kepada orang yang dipimpinnya tanpa pandang bulu. Pada saat masalah menghadang didepan dia selalu yang menjadi terdepan namun ketiga masalah sudah di atasi atau dalam keadaan aman maka dia selalu ada di belakang dan menjadi batu loncatan untuk membiarkan orang yang dipmpinnya melompat lebih jau lagi. Seperti kosep dari kakristenan bahwa sebagaimana Thuan yesus hidup bahkan mati untuk orang -orang yang dibawa kepemimnya maka wajib pula setiap orang hidup bukan untuk diri sendiri namun hidup untuk orang lainpalagi seorang pemimpin nutlak hukukumnya untuk hidup untuk rakyatnya bahkan siap mati untuk rakyat yang dipimpinnya.
Segalah sesuatu itu fana, namun apa yang kita lakukan kebaikan maka akan berdampak kekal di sorga dalam kekekalan Tuhan namun apapun yang kita lakukan itu bukan kebaikan maka kekekalan juga namun kekekalan bersama dengan iblis ni neraka.
Hidup kita didunia ini adalah seiijn Tuhan dengan waktu yang terbatas namun untuk tujuan yang muliah, oleh sebab itu sebaiknya kita menfaatkan waktu yang terbatas ini kita isi dengan hal – hal positif untuk kebaikan banyak orang dari pada kita rakus, tidak tahu diri, sampai ajal menyembut kita dan kitapun tidak dapat menolak kecuali pasra dan menerima sangsi dari apa yang kita lakukan dibumi ini. Ingat berapapun harta yang kita tampung tidak satupun yang akan kita bawa maka alangka baiknya kita hidup normal dengan berkat yan merupakan bagian kita dan tidak mengambil berkat yang menjadi milik orang lain. Ukuran untuk menentukan suatu berkat bukan dari berapa jumlah materi yang kita peroleh namun ukuran untuk menentukan berkat adalah proses atau cara atau sumber dari mana berkat itu datang. Kalu materi yang datang itu bukan berkat berarti kutuk. Kalau itu kutuk maaka konsekwensinya annda siap membayar mahal berkali li[pat dari yang anda peroleh untuk itu kata bang napi :
waspada...waspada ...waspadalah sebab kejahatan itu terjadi bukan saja karena ada kesempatan namun juga ada niat...!
jika kita lebih dahulu didijinkan menjadi cerdas maka cerdaskanlah juga semua orang lain juga, jika lebih dulu diangkat maka pakailah fasilitas itu untuk mengangkat orang lain;
biarlah kita boleh tidak ada namun jangan kebaikan kita dan kaderisasi tidak ada namun biarlah hal itu menjadi saksi hidup sepanjang sejarah, dan wariskan nama baik kepada anak cucu sebagai warisan berharga. Amin!
HARAPAN
PELUANG
TANTANGAN /HAMBATAN
SOLUSI
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus