yahukimo yogwa

yahukimo yogwa
mari kita duduk dan bicara di yougwa

YAHUKIMO TOP

YAHUKIMO TOP
YAHUKIMO SORGA DI BUMI

Kamis, 08 September 2011

PEMBUSUK -PEMBUSUK BANGSA

Negara ini sudah di bangun di atas kepalsuan jadi orang-orang yang di amanatkan untuk perjuangkan, mengangkat Rakyat dari segalah sendi kehidupan sebaliknya menjalankan kepalsuan karena di bangsa ini terdiri dari orang-orang palsu. sebaliknya yang di perlukan bangsa ini adalah perlu adanya orang-orang bangsawan dan bukan orang-orang politikus. bedanya orang bangsawan dengan orang politikus adalah : politikus cenderung berorreintasi pada keakuan ; apa yang saya dapat, apa yang kelompok saya dapat dst, sebaliknya bangsawan selalu berpikir apa yang saya beri, apa yang saya bisa buat, bagi bangsa dan negara bahkan seorang negarawan nyawapun rela berkorban bagi kepentingan orang lain. hal tersebut terjadi bukan saja di pusat namun telah merambat ke daerah - daerah, sehingga dampaknya negara yang kaya Raya Ini masi di temukan banyak orang miskin, tebelakang, bodoh, tidak logis negara yang kaya raya ini Warganya masi menjadi budak dengan jumlah separuh Penduduk dan menjadi kelinci percobaan di negara orang lain, dan yang lebih menggelitik adalah warga negara indonesia menjadi budak yang tadinya berguru dengan indonesia, negaranya tidak besar sebesar Indonesia, tidak kaya sekaya Indonesia tapi ekonominjya tidak sebanding dengan Indonesia. bila keaadaan ini mesi tercengkram bangsa ini maka tidak menutup kemungkinan masing-masing daerah minta lepas satu persatu. karena fungsi negara yang seharusnya menguasai seluruhnya dan dipergunakan sebanyak-banyaknya untuk rakyat namun kenyataan berbicara lain yaitu : semuanya dikuasai nehara dan dipergunakan sebanyak banyaknya untuk orang,dan kelompok tertentu, jika demikian apakah yang lain bukan warga negara Indonesia....! kalo negara sudah tidak menjamin kenapa harus rakyat mengakui negara dengan fanatisme yang membabi buta....? pembaca budiman yang saya hormati, apa yang saya gambarkan adalah gambaran apa yang terjadi di bangsa ini secara global sedangkan jika kami uraikan kondisi ril di tingkat regional maupun lokal (Tingkat Kabupaten) sangat lebih ngeri lagi sebab di tingkat lokal seperti di Papua pada umumnya dan seluruh Kabupaten Pedalam pada khusunya. hal tersebut terjadi akibat, kurang berfungsinya penyangga-penyangga Daerah seperti : Media Masa, media Elektronik, media cetak, lembaga legislatif, judikatif, dan TNI-Polri dst, telah menjadi alat politik, jadi untuk menegakan kebenaran, kesejahteraan, dan mengangkat hargat dan martabat warga sangat jau dari harapan enta kapan hal tersebut dapat teratasi. salah satu yang kongkrit adalah : biarpun dana Otsud Papua akan di tambahkan lebih dari yang sudah di kucurkan tidak akan perna akan tersentuh rakyat jelata selama sistim ini belum di rubah. demikian juga praktek kepalsuan itu dapat terlihat di antaranya laporan-laporan palsu tentang jumlah penduduk yang signifikan, jumlah pemilih yang signifikan dengan mengiming-imingi rakyat dengan stigma "Jumlah penduduk Banyak supaya Pemekaran Banyak,Pemekaran Banyak Supaya banyak posisi, pemekaran banyak supaya banyak dana yang dikucurkan, sistim demokrasi yang sangat tidak sehat yang dibangun elit-elit di daerah, dimulut sering didengungkan pemberdayaan Rakyat, dalam hati dan tindakan mereka jangan sampai rakyat di berdayakan, karena kalo diberdayakan maka masyarakat akan jadi cerdas dan itu merupakan ancaman bagi elit yang selama ini memanfaatkan keluguhan dan kepolosan rakyat untuk kepentingan mereka. ada banyak hal mengerikan lagi yang merupakan penghalang pembangunan dan kemajuan rakyat namun kami puunya data namun kami tidak uraikan satu persatu, tetapi inilah gambaran ril di lapangan. lewat tulisan ini pulah kami serukan kepada semua pemerhati kemajuuan bangsa ini agar dapat diketahui, terlebih bergerak berperang situasi yang mencengkram bangsa ini. terutama Kepada Bapak Presiden RI agar mengambil kebijakan yang jitu sehingga mengurangi tingkat praktek politikus _politikus Busuk yang bikin pembusukan daerah dan negara. penulis adalah : Pemerhati dan Aktifis demokrasi Di Kabupaten Yahukimo Hakim Bahabol

Tidak ada komentar:

Posting Komentar