yahukimo yogwa

yahukimo yogwa
mari kita duduk dan bicara di yougwa

YAHUKIMO TOP

YAHUKIMO TOP
YAHUKIMO SORGA DI BUMI

JUBELIUM GIDI YAHUKIMO & SAMBUTAN KEPALA DAERAH

Merayakan Peringatan Yubelium 50 Tahun Injil Keselamatan di Lembah Way suku Yali zona pegunungan tengah Papua adalah sebuah ungkapan rasa syukur kepada Allah Pencipta Semesta Jagad Raya. la yang telah menyatakan diri-Nya melalui hamba-hamba- Nya dan sekaligus utusan Injil ke Tanah Papua khususnya dikawasan Tengah mereka yang berwarna kulit putih. Mereka inilah yang sebenarnya tidak hanya menanam benij rohani dalam jangka waktu tertentu . Mereka ini pula yang tanpa lelah menyiapkan lahan sebelum benih Inil tumbuh. Dalam ketaatan penuh akan maksud Tuhan bagi kami orang kulit hitam di Papua, mereka ini dengan penuh kasih dan keberanian telah membawa Kristus kepada semua orang di lembah hitam di tanah Pegunungan yang dulunya diselimuti dengan kuasa Iblis. Kami merayakan peristiwa 50 Tahun silam itu sebagai tanda kemenangan atas Iblis dengan kedoknya. Iblis telah kalah secara permanen dan tidak lagi menguasai tanah ini
Jika harus menengok kembali ke belakang ke masa awal masuknya Injil Keselamatan kepada semua warga Pegunungan Tengah Papua, maka kami sangat berterima kasih kepada Badan Missi RBMU, UFM dan APCM atas kesediaannya menjadi terang bagi masyarakat pedalaman Papua secara khusus dan Papua secara umum. Mereka inilah yang menjadi orang tua rohani bagi kami semua. Hidup mereka menjadi bagian penting dan amat berarti bagi kami semua saat ini. Kualitas mereka baik karena mereka tidak pernah mengabaikan apa yang sudah ada sebelumnya dan telah berbicara pada saat itu untuk mempersiapkan masa yang akan datang. Inilah sebuah keniscayaan namun telah mengubah kami dan generasi ini menjadi orang yang bermartabat. Rasa terima kasih juga kepada Penginjil dan Hamba Tuhan dari Wilayah Toli, Yamo, dan Bogo, juga dari pesisir Pantai Papua. Karena kesediaan mereka yang disambut dengan kasih Bapa telah memberikan dirinya dan hidupnya membawa berita sukacita kepada kami masyarakat Yali, Hupla, Kimyal, Momuna, Mek, Diuwe, Kopkaka dan Bese. Dulunya kami dikungkung kegelapan Iblis namun sekarang kami sudah menjadi merdeka dan dapat menikmati kasih karunia-Nya tanpa ada halangan apapun. Atas semua hal ini hanya rasa syukur kami dan dengan segala kerendahan hati kepada Allah Tritunggal Yang Esa yang telah memberikan hidup-Nya kepada kami agar kami hidup.
Oleh karena maha karya (master piece) Tuhan itu, kami yang hidup dekat dengan alam, oleh para missionaries kulit putih dan missionaries local menjadi mengerti tentang
Yubelium 50 tahun 8

pentingnya pertobatan dari dosa dan kejahatan kami dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dan hal itu menjadi awal dari perjalanan hidup kami masyarakat Yahukimo untuk bergerak ke dalam kegerakan Tuhan yang lebih besar lagi sebagai pengikuti Kristus. (Roma 1:16,17).
Komitmen Kami
Merujuk kepada kedaulatan Allah dan karya akbar-Nya atas kami di lembah "Y" Way ini Pemerintah Yahukimo dan gereja-gereja serta masyarakat yang telah menikmati kebaikan Tuhan ini kini mendedikasikan Tanah di lembah Way ini baik sisi pegunungannya, lembah- lembahnya dan pantainya di Yahukimo ini dan menyerahkan kepada Tuhan Yesus Kristus, pemimpin nomor satu di dunia sampai la datang kembali. Oleh karena itu Pemerintah dan Gereja ada dibawah-Nya, sebab kami sadar bahwa tanpa keikutsertaan-Nya, maka masyarakat yang lebih sejahtera, yang menghormati Tuhannya, bersikap santun dan adil serta memiliki jiwa seperti orang Samaria yang murah hati, akan sulit diwujudkan. Pemerintah telah memutuskan dan bersikap menjadikan Wilayah Yahukimo ini menjadi pusat Pemberitaan Injil Kristus kepada semua masyarakat di sekitar Pegunungan Tengah, diseluruh Tanah Papua juga kepada suku-suku dan bangsa di negeri ini bahkan hingga ke semua bangsa di muka bumi ini. Sebab Amanat Agung Kristus sudah sangat jelas bahwa kami akan pergi dan memberitakan nama-Nya kepada semua mahkluk di bawah kolong langit ini agar mereka diselamatkan sama seperti kami dan juga supaya jangan mereka dibuang ke api neraka yang kekal itu. Sebab tidak ada satu namapun diberikan kepada manusia kecuali nama Yesus Kristus yang oleh-Nya kita dapat diselamatkan dan membawa manusia kepada Allah Bapa di sorga yang abadi. (Matius 28:18-20; Kisah Rasul 1:8; Roma 10:8-17; Kisah Rasul 4:12)
Pemerintah Yahukimo akan menyerahkan tanah ini kepada Tuhan, sebagaimana Firman Tuhan yang mengatakan bahwa: "Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia- sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia- sialah pengawal berjaga-jaga" (Mazmur 127:1) dan peristiwa bersejarah pada hari ini menjadi dokumen resmi dihadapan Tuhan Allah Pencipta yang kami kenal dan sembah di dalam Kristus, tanah ini menjadi tanah Injil serta dengan dihadiri 5 suku yang ada di atas tanah ini pemerintah, gereja dan masyarakat bersama-sama bersatu hati berseru Allah Yahweh Elohim dalam nama Yesus memberkati tanah ini dan menjadikan masyarakat ini sejahtera, bermartabat, dan hidup dalam kerukunan dan sentosa. Dan pada tahun ini juga diadakan penandatanganan Prasasti karena hal itu merupakan sebuah Perjanjian MOU kepada Tuhan Pencipta.
Kami juga mengingat akan kesediaan Allah yang sudah turun dan menjadi manusia sami dengan kami namun Dia tidak berdosa supaya kami hidup dan hidup dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10b), maka kamipun akan memberitakan nama-Nya, pribadi-Nya

Yubelium 50 tahun 9

dan karya-Nya, kepada segenap mahluk di bumi ini agar mereka tahu tentang Dia dan mereka dapat diselamatkan. Kami juga sangat percaya bahwa pengetahuan tentang Allah yang sesungguhnya di mulai dari kesediaan Yesus Kristus menjadi manusia. Sebab potensi kemanusiaan kami tidak dapat membawa kami kepada Allah Yang Suci. Kami juga sadar bahwa dalam diri kami yang terdalam sebelum kami menerima Kristus, kami adalah kotor, najis, dan bobrok di mata Allah. Namun kini kami didalam Kristus, maka kami sudah dijadikan ciptaan baru. Dosa kami yang merah seperti kirmizi kini telah menjadi putih seperti salju karena darah Kristus. Kami kini menjadi warga kerajaan Allah di sorga. Yahukimo telah diberkati berita Injil yang telah dideklarasikan oleh missionaries pada 50 tahun yang silam, "Tanah ini diberkati Tuhan" peristiwa itu terjadi sore hari. Atas dasar ini pula Yahukimo siap memberkati yang lain. Kegerakan untuk terus memberitakan Injil Kristus akan diusahakan oleh seluruh warga jemaat dengan sekuat-kuatnya melalui:
1. Turun langsung
2. Mengirimkan dana bantuan kepada para penginjil
3. Mengirimkan doa-doa agar berita Injil efektif, diterima dan mengubah hidup banyak orang.
Sebab sudah terlalu banyak orang dinina bobokan dengan asumsi bahwa melalui perbuatan baiknya, mereka merasa mereka cukup baik di mata Allah. Tetapi juga mereka telah diperdaya dengan asumsi bahwa Allah tidak ada sebab otaknya dan ilmunya mengatakan Allah tidak ada.
Kami sangat bergantung kepada kuasa Roh Kudus-Nya, sebab kami sangat terbatas dalam semua sisi kehidupan. Melalui roh-Nya itu la akan menarik mereka kepada Kristus dan juga membuat mereka lebih terbuka untuk memikirkan pernyataan ini:
1. Kata Yesus kepadanya,"Akulah jalan, kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)
2. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga la telah mengaruniakan anak-Nya yang Tunggal supaya barang siapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
3. Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, la yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya la membawa kita kepada Allah, la yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut roh. (IPetrus 3:18)
4. la sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh (IPetrus 2:24)
Bapak/ibu saudara/l yang dikasihi Tuhan
Yubeliun 50 tahun 10
Teladan hidup para missionaries 50 tahun silam sangat membekas di sanubari kami. Waktu itu merupakan masa yang sukar, mencekam dan suasana perang masih berkecamuk. Namun ditengah-tengah kesukaran besar itu, masyarakat di lembah Way telah menerima Injil. Dampak dari penerimaan Injil Keselamatan inilah, maka hidup kami berubah. Kami sangat berutang kepada teladan mereka itu semua. Dalam segala kesederhanaan mereka, meninggalkan negerinya, keluarganya datang hanya untuk memberitakan Yesus Kristus kepada kami semua. Sebab mereka tahu bahwa kami akan binasa tanpa Kristus. Kami akan masih akan terkebelakang dan bodoh, terbelenggu dalam cengkraman Iblis bahkan hidup terkatung-katung. Namun syukur kepada Allah oleh karena rahmat-Nya yang besar itu, kami menjadi pewaris Kerajaan Allah. Oleh karena itu Pemerintah Yahukimo, gereja dan masyarakat semua mendedikasikan Tanah ini menjadi tanah yang diberkati Tuhan dan memuliakan Tuhan. Ketika Tuhan memberkati tanah ini dan ada kesungguhan hati dalam diri Pemerintah, gereja dan masyarakat Yahukimo maka tidak lama lagi segenap kehidupan kami akan berubah, kita akan dibuat berhasil dan beruntung karena Tuhan Yesus.
Pesan Khusus
Sebagai orang yang dikuatkan karena panggilan Allah, saya selaku Ketua Panitia 50 Tahun Yubelium sekaligus Pemimpin di tanah Yahukimo ini memberikan pesan khusus kepada generasi muda, yakni para tokoh dan Pemberita Injil serta aktivis gereja dan masyarakat yaitu:
1. Betapapun anda memperbaiki hidup anda dalam banyak hal, memiliki kasih religius, dan taat beribadah, baik ditengah keluarga, di zona pribadi, maupun di gereja; sadarlah dan ingat benar-benar bahwa hanya karena kehendak Allah yang mampu meluputkan dan menyelamatkan anda dari kebinasaan kekal. Betapapun besarnya keraguan anda pada fakta kebenaran yang anda dengar saat ini, cepat atau lambat anda akan meyakini sepenuhnya.
2. Jangan melupakan identitas anda sebagai murid Kristus, yakini salib-Nya itu. Sebab dengan menghayati dan menerima karya-Nya di bukit Golgota itu, anda akan dituntun oleh Roh-Nya untuk mengingat kasih-Nya dan keadilan-Nya. Kasih dan keadilan adalah jati diri Allah. Kalaupun anda akan pergi ke negeri seberang, maka ditengah-tengah perubahan zaman ini sebagai anak-anak-Nya jangan lupakan Injil dan jangan berhenti memberitakan Injil Kristus. Kenakan itu pada loh hatimu dan jangan lupakan bahwa la menyertaimu senantiasa sampai akhir zaman.
3. Sehubungan dengan identitas kita sebagai orang Papua asli, di dalam benak saya, satu-satunya identitas kita yang mampu mengatasi derasnya tekanan perubahan global ini adalah salib Kristus, dan bukan yang lain. Kehadiran anda di kota besar untuk menimba ilmu seyogianya diletakan pada salib Kristus. Sebab salib adalah

Yubelium 50 tahun 11
tanda kemenangan dan kejayaan kita sebagai warga kerajaan Allah. Kita menjalani dan menghidupi keseharian kita bersama pengaruh kekuatan Salib Kristus, Salib- Nya adalah kuasa Allah yang telah dan akan mempersatukan kita yang majemuk sebagai orang Papua untuk menerangi kegelapan yang melingkupi bangsa ini. Jika kita ingin menjadi berkat bagi Tanah Papua, maka kita harus siap membayar harga untuk tidak menjadi popular karena kebijakan kita berseberangan dengan dunia ini. Salib adalah tanda perlawanan terhadap pengaruh destruktif dan paham yang mencoba merusak kedamaian Tanah Papua. Jangan meremehkan hal ini, kita semua yang dilahirkan di tanah Injil maka kita harus menjadi Injil juga bagi Kistus.
4. Leon Morris mencatat sebagai berikut sambil ia mengutip Ibrani 2:11, maka benar bahwa identitas kita sebagai orang Papua adalah Salib Kristus oleh karena la mengambil silsilah manusia untuk keselamatan kita. "Sebab la yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari satu; itulah sebabnya la tidak malu menyebut mereka saudara."
5. Pencapaian untuk menjadi saudara Yesus secara otentik hanya dapat dipahami dalam kesediaan diri untuk menderita bagi-Nya. Sebab criteria menjadi saudara Tuhan adalah seperti yang Paulus tegaskan dalam Filipi 1:29. "Panggilan Allah mencakup iman dan penderitaan. Inilah jalan untuk menjadi matang, menjadi dewasa dan arif dalam kepemimpinan bercorak ilahi.
6. Penegasan Paulus juga dapat dilihat ketika segelintir orang mengutamakan sunat sebagai jalan keselamatan. la dengan tegas menolak hal itu. Paulus menegaskan sikapnya seperti terdapat dalam Galatia 5:6 yang berbunyi: "Sebab bagi orang- orang yang ada dalam Kristus Yesus, hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih."
Pemahaman atas teks ini dalam bingkai Salib Kristus ialah: salib menjadi alat yang mensetarakan masyarakat apakah orang Yahudi atau non Yahudi. Marvin Pate dengan tepat berkata: Salib itu hanya dapat dipeluk oleh iman, satu-satunya cara untuk menerima Roh Kudus.
7. Hukum kasih jauh lebih unggul dibandingkan dengan hokum Sinai yang diberitakan Musa itu. Dalam bahasa Brown berbunyi: "That Paul thought of faith accepting the efficacy of what Christ had done as something that had to find expression in love manifested in the life of the believer."
Dalam surtat Galatia ini Paulus memberikan perintah, "Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu, demikianlah kamu memenuhi hokum Kristus." Galatia 6:2. Makna perkataan ini ialah: Hukum Kristus, bukan otoritas dari luar, dan bukan penghalang antara orang percaya dengan Allah, melainkan iman yang bekerja oleh kasih. Inilah yang disebut dengan logikan iman yang memiliki logikanya sendiri.
8. Pada ranah berikutnya, saya melihat kebenaran elementer sbb: Iman (Injil) + llmu (Kompetensi) diartikan: produktifitas individu lebih banyak diberikan kepada masyarakat maka kita sebagai pekerja Kristus dapat terhindar dari kecenderungan
Yubelium 50 tahun 12
seperti Laut Mati. Jika tidak maka melulu menerima saja namun akhirnya tidak memiliki kehidupan sejati. Mesti ada wujud pengabdian.
Penutup
Hari ini kita merayakan peristiwa bersejarah yang menentukan arah hidup masyarakat kita semua. Tetapi juga sekaligus kita semua menghormati Tuhan Yesus Kristus melalui perayaan ini. Seandainya itu tidak terjadi lima puluh tahun silam, maka suku-suku: Yali, Hupia, Kimyal, Momuna, Mek dan yang lainnya masih tinggal di dalam kegelapan, masih terlunta-lunta dan tinggal dalam kemiskinan, kebodohan.
Pada kesempatan ini, ijinkan saya secara pribadi dan mewakili segenap masyarakat di Lembah Way memohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada keluarga missionaries kulit putih dan kulit hitam juga missionaries local atas perilaku kami dan leluhur kami yang bersikap buas dan meninggalkan bekas luka yang mendalam kepada keluarga dan keturunan missionaries kulit putih. Namun kami sadar kini ketika orang-orang kulit putih datang dengan anak sulung Injil Keselamatan, dan bergandengan tangan dengan anak sulung Injil, yakni hamba Tuhan kulit hitam, baik dari pegunungan dan pesisir, mereka inilah yang mengangkat harkat dan martabat kita semua. Kami sangat berterima kasih untuk semua saleh-saleh Tuhan itu. Terpujilah kasih karunian-Nya yang tiada terhingga itu. Tuhan memberkati kita semua. Shalom.
Hamba-Nya: Ones Pahabol Bersama Keluarga
Mengucapkan:
Selamat Merayakan
Yubelium 50 Tahun
Emas Injil Di Way

Tidak ada komentar:

Posting Komentar