yahukimo yogwa

yahukimo yogwa
mari kita duduk dan bicara di yougwa

YAHUKIMO TOP

YAHUKIMO TOP
YAHUKIMO SORGA DI BUMI
Tampilkan postingan dengan label YAHUKIMO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YAHUKIMO. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Mei 2011

RENUNGAN JUBELIUM UNTUK GENERASI MASA DEPAN GIDI

lima puluh tahun bukanlah masa yang singkat namun sekaligus bukan masa yang terlalu lama. masa yang lama karena usia lima puluh tahun merupakan bukan usia akil balik namun usia keemasan dimana disebut disebut juga dengan usia yang sudah cukup berisi dengan segalah amunisi; disisi yang lain dapat dikatakan usia yang tidak terlalu lama karena ideal dalam peradaban manusia di belahan bumi yang lain untuk mencapai di era ini membutuhkan paling sedikit dua abad. terlepas dari lama atau cepatnya usia yang jelas kita ada di era ini dan erah yang akan datang. bagaimana dengan generasi masa sekarang adalah hasil keputusan dari generasi masa lalu dan bagimana dengan generasi esok adalah bagaimana dengan keputusan generasi hari ini maka. dalam kesempatan yang penuh syukur karena keputusan generasi masa lalu yang menerima Injil yang hasilnya kita dapat nikmati mari kita ambil suatu keputusan positif yang radikal dengan mempertimbangan keadaan dan kebutuhan hari esok agar anak cucu kita dapat bangga atas kita.

Bagimana dengan hari ini adalah keputusan generasi masa lalu yang tentunya dengan segala pengorbanan baik harta, bahkan jiwa dan raga; dengan demikian berapapun harga untuk generasi GIDI dan masyarakat Yahukimo yang damai sejaterah terutama Untuk KEMULIAAN TUHAN KITA YESUS KRISTUS yang menemukan kita di balik gunung dan dalam dosa.
terimakasih parah duta-duta Kristus baik yang lokal maupun mancanegara,yang merelakan dirinya memberikan hidup untuk kami sehingga kami dapat melihat terang Tuhan dan mempunyai pengharapan yang berarti.
kiranya Tuhan yang punya pelayanan ini memberkati dalam segalah hal terlebih dapat mahkota amin!

Tuhan tolong generasi kami agar dapat menghargai jeri paya para pejuang iman dan mengisi serta melanjutkan tongkat stafet sehingga penginjilan gaya kami bukan karena program saja tetapi biarlah kami yang dilahirkan oleh injil menjadi nafas dan gaya hidup ....Amin...!

selamat 50 tahun emas GIDI Yahukimo

By.Hakim Bahabol

Selasa, 10 Mei 2011

SAMBUTAN KETUA SINODE GIDI

Shalom! Irene! Wa...wa...wa...wa...wa! Henalabok...dalam Yesus Kristus...!!!
Segala puji, syukur dan hormat, kita naikkan kepada Tuhan karena KASIH-NYA, Injil masuk di tanah Papua lebih khusus di kabupaten Yahukimo, tempatnya di Ninia lima puluh tahun yang lalu. Benar, Injil adalah kekuatan Allah, maka lima puluh tahun yang lalu Injil itu menerobos di lembah Yali dengan penuh pengorbanan. Kuasa Injil nyata, yakni mengubah zaman batu menjadi peradaban baru. Injil memang kekuatan Allah, tetapi pada waktu itu banyak anak-anak Tuhan yang berdomisili di lembah-lembah dan gunung-gunung menolaknya. Penolakan itu, dibuktikan dengan marthirnya Pil Master dan Stanley Dale. Keselamatan memang ada harga yang harus dibayar karena nilai keselamatan - kehidupan yang kekal di dalam Kristus - sangat mahal harganya. Mengapa? Karena keselamatan di dalam Yesus Kristus adalah jaminan yang pasti, bagi yang sudah menjadi anak-anak-Nya.
Puji Tuhan, Yesus baik. Kasih-Nya terbukti, semua orang yang ada di Kabupaten Yahukimo, kini telah mendengar dan percaya serta menerima Yesus. Doa saya sebagai Pimpinan organisasi Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) adalah bahwa pada waktu kedatangan Yesus kedua kalinya, semua orang Yahukimo masuk di dalam kerajaan Allah. Keluarga besar Yahukimo, Anda sudah dibeli dan harganya lunas dibayar yaitu diri-Nya sendiri dikayu salib. Ingatlah akan hal itu, dan hargailah Injil dengan tindakan-tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dia Kristus meminta kepada kita membayar harga bukan nyawa kita tetapi kesaksian hidup kita supaya melalui kesaksian hidup kita orang- orang yang belum mengenal Kristus di sekitar Yahukimo percaya dan menerima Kristus. Memang ini mahal! Namun, itulah harganya. Doa saya yang berikut adalah, supaya Jemaat di Kabupaten Yahukimo, baik Jemaat umum maupun jemaat yang ebkerja di Eksekutif, Legislative dan Yudikatif melakukan doa Tuhan Yesus yang terdapat di dalam Injil Yohanes 17 : 21, "Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." kekuatan kesatuan didalam Kritus, berdampak besar dalampembangunan manusia seutuhnya di kabupeten Yhukimo. Dampak ini, baik kedalam kabupaten Yahukimo maupun keluar Kabupaten Yahukimo. Dampak yang saya maksudkan disini ialah, penggenapan janji-janji Allah secara holistic bagi umat-Nya (penggenapan dan pemenuhan berkat-berkat baik jasmani maupun rohani bagi kabupaten Yahukimo). Oleh karena itu, perbedaan

Yubelium 50 tahun 14

pendapat atau berselisih paham, baik di gereja maupu di pemerintah dapat diselesaikan di dalam kasih. Ingat Injil, ingat perdamaian! Ingat Injil, ingat karya Kristus di kayu salib, la dicambuk, la diludahi, la dilempari batu, la di ejek, la difitnah, la diberi mahkota duri, tangan-Nya di paku, kaki-Nya di paku dia atas kayu salib. Sakit memang....mari, merenungkan sebentar.,,.demi seluruh umat manusia di dunia ini, lebih khusus lagi umat Tuhan di kabupten Yahukimo.
Yubelium berarti usia bukan muda lagi, sudah dewasa. Doa terakhir saya, bukalah lembaran baru dalam segala aspek kehidupan umat Tuhan di Kabupaten Yahukimo. Sinode Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) bangga dan bersyukur kepada Yesus Tuhan atas karya-Nya yang besar bagi umatNya. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada anak- anak Tuhan disini dan lebih khusus pimpinan Pemerintah Kabupaten ini yang mana perhatian dan kerja sama yang sangat dekat dan menghasilkan banyak perubahan. Doa dan harapan saya ialah bahwa umat Tuhan di Kabupaten yahukimo menjadi agen transpormasi bersama Sinode GIDI baik di Papua, Indonesia maupun dunia ini. Mari, kader-kader gereja Yahukimo bangkit mendukung mamamu/GIDI yang melahirkanmu dengan keadaan yang sangat sederhana/telanjang. Apa balasanmu? Bukalah lembaran baru, komitmen baru dalam mengemban Amanat Agung Yesus Kristus yakni menjadikan umat manusia menjadi murid-Nya dari Tanah Papua, Indonesia sampai ke ujung bumi yakni di Israel yang adalah umat pilihan-Nya. Saya tahu, Yahukimo sudah investasi besar di bidang Penginjilan, maka lanjutkanlah investasimu di dalam Kerajaan Allah, Akhirnya, Allah Abraham, Ishak dan Yakub akan memberkati umat di Yahukimo ini dengan limpah-Nya.
Selamat berulang tahun dan Selamat berjubelium.

Ketua Sinode,

Pdt.Lipiyus Biniluk S.Th.

SAMBUTAN PEMERINTAH SAMBUTAN KETUA PANITIA/BUPATIYAHUKIMO

Merayakan Peringatan Yubelium 50 Tahun Injil Keselamatan di Lembah Way suku Yali zona pegunungan tengah Papua adalah sebuah ungkapan rasa syukur kepada Allah Pencipta Semesta Jagad Raya. la yang telah menyatakan diri-Nya melalui hamba-hamba- Nya dan sekaligus utusan Injil ke Tanah Papua khususnya dikawasan Tengah mereka yang berwarna kulit putih. Mereka inilah yang sebenarnya tidak hanya menanam benij rohani dalam jangka waktu tertentu . Mereka ini pula yang tanpa lelah menyiapkan lahan sebelum benih Inil tumbuh. Dalam ketaatan penuh akan maksud Tuhan bagi kami orang kulit hitam di Papua, mereka ini dengan penuh kasih dan keberanian telah membawa Kristus kepada semua orang di lembah hitam di tanah Pegunungan yang dulunya diselimuti dengan kuasa Iblis. Kami merayakan peristiwa 50 Tahun silam itu sebagai tanda kemenangan atas Iblis dengan kedoknya. Iblis telah kalah secara permanen dan tidak lagi menguasai tanah ini
Jika harus menengok kembali ke belakang ke masa awal masuknya Injil Keselamatan kepada semua warga Pegunungan Tengah Papua, maka kami sangat berterima kasih kepada Badan Missi RBMU, UFM dan APCM atas kesediaannya menjadi terang bagi masyarakat pedalaman Papua secara khusus dan Papua secara umum. Mereka inilah yang menjadi orang tua rohani bagi kami semua. Hidup mereka menjadi bagian penting dan amat berarti bagi kami semua saat ini. Kualitas mereka baik karena mereka tidak pernah mengabaikan apa yang sudah ada sebelumnya dan telah berbicara pada saat itu untuk mempersiapkan masa yang akan datang. Inilah sebuah keniscayaan namun telah mengubah kami dan generasi ini menjadi orang yang bermartabat. Rasa terima kasih juga kepada Penginjil dan Hamba Tuhan dari Wilayah Toli, Yamo, dan Bogo, juga dari pesisir Pantai Papua. Karena kesediaan mereka yang disambut dengan kasih Bapa telah memberikan dirinya dan hidupnya membawa berita sukacita kepada kami masyarakat Yali, Hupla, Kimyal, Momuna, Mek, Diuwe, Kopkaka dan Bese. Dulunya kami dikungkung kegelapan Iblis namun sekarang kami sudah menjadi merdeka dan dapat menikmati kasih karunia-Nya tanpa ada halangan apapun. Atas semua hal ini hanya rasa syukur kami dan dengan segala kerendahan hati kepada Allah Tritunggal Yang Esa yang telah memberikan hidup-Nya kepada kami agar kami hidup.
Oleh karena maha karya (master piece) Tuhan itu, kami yang hidup dekat dengan alam, oleh para missionaries kulit putih dan missionaries local menjadi mengerti tentang
Yubelium 50 tahun 8

pentingnya pertobatan dari dosa dan kejahatan kami dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dan hal itu menjadi awal dari perjalanan hidup kami masyarakat Yahukimo untuk bergerak ke dalam kegerakan Tuhan yang lebih besar lagi sebagai pengikuti Kristus. (Roma 1:16,17).
Komitmen Kami
Merujuk kepada kedaulatan Allah dan karya akbar-Nya atas kami di lembah "Y" Way ini Pemerintah Yahukimo dan gereja-gereja serta masyarakat yang telah menikmati kebaikan Tuhan ini kini mendedikasikan Tanah di lembah Way ini baik sisi pegunungannya, lembah- lembahnya dan pantainya di Yahukimo ini dan menyerahkan kepada Tuhan Yesus Kristus, pemimpin nomor satu di dunia sampai la datang kembali. Oleh karena itu Pemerintah dan Gereja ada dibawah-Nya, sebab kami sadar bahwa tanpa keikutsertaan-Nya, maka masyarakat yang lebih sejahtera, yang menghormati Tuhannya, bersikap santun dan adil serta memiliki jiwa seperti orang Samaria yang murah hati, akan sulit diwujudkan. Pemerintah telah memutuskan dan bersikap menjadikan Wilayah Yahukimo ini menjadi pusat Pemberitaan Injil Kristus kepada semua masyarakat di sekitar Pegunungan Tengah, diseluruh Tanah Papua juga kepada suku-suku dan bangsa di negeri ini bahkan hingga ke semua bangsa di muka bumi ini. Sebab Amanat Agung Kristus sudah sangat jelas bahwa kami akan pergi dan memberitakan nama-Nya kepada semua mahkluk di bawah kolong langit ini agar mereka diselamatkan sama seperti kami dan juga supaya jangan mereka dibuang ke api neraka yang kekal itu. Sebab tidak ada satu namapun diberikan kepada manusia kecuali nama Yesus Kristus yang oleh-Nya kita dapat diselamatkan dan membawa manusia kepada Allah Bapa di sorga yang abadi. (Matius 28:18-20; Kisah Rasul 1:8; Roma 10:8-17; Kisah Rasul 4:12)
Pemerintah Yahukimo akan menyerahkan tanah ini kepada Tuhan, sebagaimana Firman Tuhan yang mengatakan bahwa: "Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia- sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia- sialah pengawal berjaga-jaga" (Mazmur 127:1) dan peristiwa bersejarah pada hari ini menjadi dokumen resmi dihadapan Tuhan Allah Pencipta yang kami kenal dan sembah di dalam Kristus, tanah ini menjadi tanah Injil serta dengan dihadiri 5 suku yang ada di atas tanah ini pemerintah, gereja dan masyarakat bersama-sama bersatu hati berseru Allah Yahweh Elohim dalam nama Yesus memberkati tanah ini dan menjadikan masyarakat ini sejahtera, bermartabat, dan hidup dalam kerukunan dan sentosa. Dan pada tahun ini juga diadakan penandatanganan Prasasti karena hal itu merupakan sebuah Perjanjian MOU kepada Tuhan Pencipta.
Kami juga mengingat akan kesediaan Allah yang sudah turun dan menjadi manusia sami dengan kami namun Dia tidak berdosa supaya kami hidup dan hidup dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10b), maka kamipun akan memberitakan nama-Nya, pribadi-Nya

Yubelium 50 tahun 9

dan karya-Nya, kepada segenap mahluk di bumi ini agar mereka tahu tentang Dia dan mereka dapat diselamatkan. Kami juga sangat percaya bahwa pengetahuan tentang Allah yang sesungguhnya di mulai dari kesediaan Yesus Kristus menjadi manusia. Sebab potensi kemanusiaan kami tidak dapat membawa kami kepada Allah Yang Suci. Kami juga sadar bahwa dalam diri kami yang terdalam sebelum kami menerima Kristus, kami adalah kotor, najis, dan bobrok di mata Allah. Namun kini kami didalam Kristus, maka kami sudah dijadikan ciptaan baru. Dosa kami yang merah seperti kirmizi kini telah menjadi putih seperti salju karena darah Kristus. Kami kini menjadi warga kerajaan Allah di sorga. Yahukimo telah diberkati berita Injil yang telah dideklarasikan oleh missionaries pada 50 tahun yang silam, "Tanah ini diberkati Tuhan" peristiwa itu terjadi sore hari. Atas dasar ini pula Yahukimo siap memberkati yang lain. Kegerakan untuk terus memberitakan Injil Kristus akan diusahakan oleh seluruh warga jemaat dengan sekuat-kuatnya melalui:
1. Turun langsung
2. Mengirimkan dana bantuan kepada para penginjil
3. Mengirimkan doa-doa agar berita Injil efektif, diterima dan mengubah hidup banyak orang.
Sebab sudah terlalu banyak orang dinina bobokan dengan asumsi bahwa melalui perbuatan baiknya, mereka merasa mereka cukup baik di mata Allah. Tetapi juga mereka telah diperdaya dengan asumsi bahwa Allah tidak ada sebab otaknya dan ilmunya mengatakan Allah tidak ada.
Kami sangat bergantung kepada kuasa Roh Kudus-Nya, sebab kami sangat terbatas dalam semua sisi kehidupan. Melalui roh-Nya itu la akan menarik mereka kepada Kristus dan juga membuat mereka lebih terbuka untuk memikirkan pernyataan ini:
1. Kata Yesus kepadanya,"Akulah jalan, kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)
2. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga la telah mengaruniakan anak-Nya yang Tunggal supaya barang siapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
3. Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, la yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya la membawa kita kepada Allah, la yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut roh. (IPetrus 3:18)
4. la sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh (IPetrus 2:24)
Bapak/ibu saudara/l yang dikasihi Tuhan
Yubeliun 50 tahun 10
Teladan hidup para missionaries 50 tahun silam sangat membekas di sanubari kami. Waktu itu merupakan masa yang sukar, mencekam dan suasana perang masih berkecamuk. Namun ditengah-tengah kesukaran besar itu, masyarakat di lembah Way telah menerima Injil. Dampak dari penerimaan Injil Keselamatan inilah, maka hidup kami berubah. Kami sangat berutang kepada teladan mereka itu semua. Dalam segala kesederhanaan mereka, meninggalkan negerinya, keluarganya datang hanya untuk memberitakan Yesus Kristus kepada kami semua. Sebab mereka tahu bahwa kami akan binasa tanpa Kristus. Kami akan masih akan terkebelakang dan bodoh, terbelenggu dalam cengkraman Iblis bahkan hidup terkatung-katung. Namun syukur kepada Allah oleh karena rahmat-Nya yang besar itu, kami menjadi pewaris Kerajaan Allah. Oleh karena itu Pemerintah Yahukimo, gereja dan masyarakat semua mendedikasikan Tanah ini menjadi tanah yang diberkati Tuhan dan memuliakan Tuhan. Ketika Tuhan memberkati tanah ini dan ada kesungguhan hati dalam diri Pemerintah, gereja dan masyarakat Yahukimo maka tidak lama lagi segenap kehidupan kami akan berubah, kita akan dibuat berhasil dan beruntung karena Tuhan Yesus.
Pesan Khusus
Sebagai orang yang dikuatkan karena panggilan Allah, saya selaku Ketua Panitia 50 Tahun Yubelium sekaligus Pemimpin di tanah Yahukimo ini memberikan pesan khusus kepada generasi muda, yakni para tokoh dan Pemberita Injil serta aktivis gereja dan masyarakat yaitu:
1. Betapapun anda memperbaiki hidup anda dalam banyak hal, memiliki kasih religius, dan taat beribadah, baik ditengah keluarga, di zona pribadi, maupun di gereja; sadarlah dan ingat benar-benar bahwa hanya karena kehendak Allah yang mampu meluputkan dan menyelamatkan anda dari kebinasaan kekal. Betapapun besarnya keraguan anda pada fakta kebenaran yang anda dengar saat ini, cepat atau lambat anda akan meyakini sepenuhnya.
2. Jangan melupakan identitas anda sebagai murid Kristus, yakini salib-Nya itu. Sebab dengan menghayati dan menerima karya-Nya di bukit Golgota itu, anda akan dituntun oleh Roh-Nya untuk mengingat kasih-Nya dan keadilan-Nya. Kasih dan keadilan adalah jati diri Allah. Kalaupun anda akan pergi ke negeri seberang, maka ditengah-tengah perubahan zaman ini sebagai anak-anak-Nya jangan lupakan Injil dan jangan berhenti memberitakan Injil Kristus. Kenakan itu pada loh hatimu dan jangan lupakan bahwa la menyertaimu senantiasa sampai akhir zaman.
3. Sehubungan dengan identitas kita sebagai orang Papua asli, di dalam benak saya, satu-satunya identitas kita yang mampu mengatasi derasnya tekanan perubahan global ini adalah salib Kristus, dan bukan yang lain. Kehadiran anda di kota besar untuk menimba ilmu seyogianya diletakan pada salib Kristus. Sebab salib adalah

Yubelium 50 tahun 11
tanda kemenangan dan kejayaan kita sebagai warga kerajaan Allah. Kita menjalani dan menghidupi keseharian kita bersama pengaruh kekuatan Salib Kristus, Salib- Nya adalah kuasa Allah yang telah dan akan mempersatukan kita yang majemuk sebagai orang Papua untuk menerangi kegelapan yang melingkupi bangsa ini. Jika kita ingin menjadi berkat bagi Tanah Papua, maka kita harus siap membayar harga untuk tidak menjadi popular karena kebijakan kita berseberangan dengan dunia ini. Salib adalah tanda perlawanan terhadap pengaruh destruktif dan paham yang mencoba merusak kedamaian Tanah Papua. Jangan meremehkan hal ini, kita semua yang dilahirkan di tanah Injil maka kita harus menjadi Injil juga bagi Kistus.
4. Leon Morris mencatat sebagai berikut sambil ia mengutip Ibrani 2:11, maka benar bahwa identitas kita sebagai orang Papua adalah Salib Kristus oleh karena la mengambil silsilah manusia untuk keselamatan kita. "Sebab la yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari satu; itulah sebabnya la tidak malu menyebut mereka saudara."
5. Pencapaian untuk menjadi saudara Yesus secara otentik hanya dapat dipahami dalam kesediaan diri untuk menderita bagi-Nya. Sebab criteria menjadi saudara Tuhan adalah seperti yang Paulus tegaskan dalam Filipi 1:29. "Panggilan Allah mencakup iman dan penderitaan. Inilah jalan untuk menjadi matang, menjadi dewasa dan arif dalam kepemimpinan bercorak ilahi.
6. Penegasan Paulus juga dapat dilihat ketika segelintir orang mengutamakan sunat sebagai jalan keselamatan. la dengan tegas menolak hal itu. Paulus menegaskan sikapnya seperti terdapat dalam Galatia 5:6 yang berbunyi: "Sebab bagi orang- orang yang ada dalam Kristus Yesus, hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih."
Pemahaman atas teks ini dalam bingkai Salib Kristus ialah: salib menjadi alat yang mensetarakan masyarakat apakah orang Yahudi atau non Yahudi. Marvin Pate dengan tepat berkata: Salib itu hanya dapat dipeluk oleh iman, satu-satunya cara untuk menerima Roh Kudus.
7. Hukum kasih jauh lebih unggul dibandingkan dengan hokum Sinai yang diberitakan Musa itu. Dalam bahasa Brown berbunyi: "That Paul thought of faith accepting the efficacy of what Christ had done as something that had to find expression in love manifested in the life of the believer."
Dalam surtat Galatia ini Paulus memberikan perintah, "Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu, demikianlah kamu memenuhi hokum Kristus." Galatia 6:2. Makna perkataan ini ialah: Hukum Kristus, bukan otoritas dari luar, dan bukan penghalang antara orang percaya dengan Allah, melainkan iman yang bekerja oleh kasih. Inilah yang disebut dengan logikan iman yang memiliki logikanya sendiri.
8. Pada ranah berikutnya, saya melihat kebenaran elementer sbb: Iman (Injil) + llmu (Kompetensi) diartikan: produktifitas individu lebih banyak diberikan kepada masyarakat maka kita sebagai pekerja Kristus dapat terhindar dari kecenderungan
Yubelium 50 tahun 12
seperti Laut Mati. Jika tidak maka melulu menerima saja namun akhirnya tidak memiliki kehidupan sejati. Mesti ada wujud pengabdian.
Penutup
Hari ini kita merayakan peristiwa bersejarah yang menentukan arah hidup masyarakat kita semua. Tetapi juga sekaligus kita semua menghormati Tuhan Yesus Kristus melalui perayaan ini. Seandainya itu tidak terjadi lima puluh tahun silam, maka suku-suku: Yali, Hupia, Kimyal, Momuna, Mek dan yang lainnya masih tinggal di dalam kegelapan, masih terlunta-lunta dan tinggal dalam kemiskinan, kebodohan.
Pada kesempatan ini, ijinkan saya secara pribadi dan mewakili segenap masyarakat di Lembah Way memohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada keluarga missionaries kulit putih dan kulit hitam juga missionaries local atas perilaku kami dan leluhur kami yang bersikap buas dan meninggalkan bekas luka yang mendalam kepada keluarga dan keturunan missionaries kulit putih. Namun kami sadar kini ketika orang-orang kulit putih datang dengan anak sulung Injil Keselamatan, dan bergandengan tangan dengan anak sulung Injil, yakni hamba Tuhan kulit hitam, baik dari pegunungan dan pesisir, mereka inilah yang mengangkat harkat dan martabat kita semua. Kami sangat berterima kasih untuk semua saleh-saleh Tuhan itu. Terpujilah kasih karunian-Nya yang tiada terhingga itu. Tuhan memberkati kita semua. Shalom.
Hamba-Nya: Ones Pahabol Bersama Keluarga
Mengucapkan:
Selamat Merayakan
Yubelium 50 Tahun
Emas Injil Di Way
Valley

Rabu, 21 April 2010


Dengan panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan berkenaan-Nya sehingga kami ada sebagaimana mestinya serta kami diberi kesempatan untuk dapat membuat buku Provil dari bakal calon Kandidat calon Bupati dan calon Wakil bupati Yahukimo periode 2015 – 2020. An. HAKIM BAHABOL, SH.
Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri jika kami dilayakan ambil bagian dalam rangka mewujudkan Yahulimo seperti di Sorga, sebab hal tersebut bukan saja merupakan kerinduaan umat manusia namun hal tersebut merupakan menjadi kerinduaan dari Tuhan agar manusia selayaknya hidup dalam berkat dan berkat yang berkelimpahan. Berkat yang dimaksud bukan saja soal materi ( kepuasan jasmania) saja namum berkat yang komplit yaitu mencakup kepuasan Jasmania, kepuasan rohania, dan kepuasan jiwa. Bukanka hal inilah yang menjadi dambaan setiap orang, bahkan segalah upayapun dilakukan demi merai impian tersebut walaupun pada akhirnya hasilnya Nihil.
Yang menjadi pertanyaan adalah salahkah jika manusia punya keinginan yang mulia tersebut, jika to.. akhirnya menjadi sia -sia..?
apakah keinginan Tuhan yang terdapat dalam sabda-Nya perlu di pertanyakan kebenarannya jika pada akhirnya hal tersebut menjadi hayalan yang tidak mungkin terwujud..?
Jika Tuhan bisa berkati tanah Eropa yang notabennya daerah gersan, bagaimana dengan negeri kita yang bukan subur saja namun terlebih dipenuhi dengan segalah sumberdaya alam.
Bukankah negeri kita adalah negeri yang kaya raya...? namun kenapa hari – hari ini masi kita melihat, mendengar bahkan mengalami ketelanjangan, kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, terisolir dan busung lapar hampir seantero negeri ini....?
Jika dahulu yang menjadi indikasi adalah karena semua pucuk pumpinan strategis tidak dipegang oleh orang pribumi namun kini bukankah hampir semua pucuk pimpinan strategis di daerah dipegang oleh orang – orang putra daerah. Yang tentunya punya potensi secara emosional untuk dengan sungguh – sungguh mengupayakan kemajuan daerahnya, masyarakatnya namun ironsnya fakta berbicara terbalik.
Apakah dana tidak mencukupi untuk mewujudkan kemajuan masyarakat dan daerahnya, namun bukankah dana yang kedaerah lebih 100 kali lipat dibanding sebelum era otsus..?
Untuk mengatasnamakan untuk kepentingan masyarakat beberapa pemimpin daerah telah melakukan tindakan melawan hukum diantaranya manipukasi jumlah penduduk dengan demikian banyak terjadi pemekaran, baik itu Kabupaten, Kecamatan maupun Kampung dengan motif agar dana yang masuk mengikuti jumlah penduduk dan jumlah pemekaran tersebut, sehingga memungkinkan masyarakat istilahnya mandi uang karena penduduk sedikit, uang banyak mengikuti data penduduk yang fiktif. namun ironisnya mengapa orang masih berada dibawah garis kemiskinan, ketelanjangan menjadi tontonan yang memalukan dimana-mana, hidup bergulat dengan penyakit, hidup terisolir, hidup dalam tempat tinggal yang kumu dan busung lapar yang tiada hentinya, hampir setiap hari terdengar isap tangis dimana-mana. Segala alasan yang logis sampai yang tidak logispun dibuat untuk menutupi aib mereka, dengan tanpa ragu pemimpin setempat berbulu domba padahal hatinya singa. Lihat saja pemimpin sering melemparkan tanggung jawab dengan berbagai alasan diantaranya sering menyalakan situasi, masyarakat, alam, dengan alasan berkedok PAD bahkan sering menyalakan Tuhan.
Kemanakah dana yang begitu banyak yang bisa kami dengar namun tidak bisa lihat apalagi dengan manfaatnya, lihat saja kalaupun ada kegiatan atau proyek biasanya asal ada dan asal jadi tanpa memperhatikan kwalitasnya.
Bukankah setiap warga negara punya hak yang dilindungi undang – undang. Apa mau dikata kok masyarakat yang dipimpin adalah masyarakat awam dalam segalah hal termasuk awam terhadap haak sebagai warga negara sehingga keadaan dimaksud sering dimaanfaatkan oleh kelompok kelompok tertentu sehingga kesenjangan sosialpun tak dapat dihindarkan dan sangat aktrim. Baik secara ekonomi, politik sosial budaya maupun yang lainnya.
Dengan memperhatikan pertanyaan permasalahan yang disebutkan diatas secara seksama, kandidat yang adalah bagian dari rakyat yang turut merasakan penderitaan masyarakat ikut bergumul, serta memikirkan penyebab – penyebab serta pemecahannya sebagai tanggung jawab moral..
Yang pemikirannya, aksinya, upayanya kami ringkaskan dalam tulisan Provil singkat kandidat ini.
Mengingat hidup adalah perjuangan dan perjuangan untuk kebaikan umat manusia sesuai dengan kebenaran-Nya adalah sesuatu yang muliah namun juga tidak segampang membalik telapak tangan namun dengan keyakinan penyertaan Tuhan dan dukungan dan kerjasama dari semua Bapak Ibu kami optimis upaya kami berhasil. Untuk keperluan kelancaran usaha tersebut diatas dengan penuh kerendahan hati dengan hormat kesediaan bapak Ibu untuk kiranya dapat mengambil bagian sesuai dengan kerelaan baik berupa, Doa, dana mapun moril.

Apaun itu bentunya kontribusi Bapak Ibu sangat bermanfaat dalam rangka mewujudkan kehendak Tuhan di Bumi Yahukimo secara khusus dan Papua pada umumnya.
Semua kontribusi dapat disalurkan melalui NO REK MAUPUN KONTAK PERSON kandidat,
dan atas bantuan dan kerjasamanya yang baik sebelumnya kami sampaikan terima kasih.
Semoga Tuhan Yesus yang punya pekerjaan ini memberkati selalu dalam segalah aktifitas Bapak/ Ibu.